Perlukah Whey Protein untuk Membentuk Otot?

Hai, Sahabat Sehat apakah kamu salah satu pecinta fitness? Badan ideal dengan otot yang terbentuk dengan baik merupakan impian bagi sebagian besar orang. Selain olahraga beban secara rutin ternyata whey protein merupakan suplemen yang sudah banyak digunakan mereka yang sedang melakukan latihan kebugaran untuk membentuk massa otot. Apakah perlu mengonsumsi whey protein untuk membentuk otot? Yuk, kenali fakta tentang hal ini.

whey protein
Foto: Freepik.com

Apa itu whey protein?

Mungkin istilah whey protein masih cukup asing untuk sebagian orang, tapi jika kamu terbiasa berkumpul di tempat gym tentu obrolan tentang produk ini ngga akan kamu bisa lewatkan. Whey protein merupkan salah stau dari dua jenis protein yang diperoleh dari susu sapi. Whey terbentuk pada proses pemisahan susu sapi menjadi keju yang mengandung asam amino kaya Branched  Chain  Amino  Acids (BCAA) yang berperan dalam pemulihan dan sintesis otot.

Apa sih kegunaaannya?

Whey protein berguna dalam proses merangsang sintesis otot, ini dikarenakan kandungan whey protein mirip dengan komposisi kerangka otot manusia. Whey protein mampu memenuhi hampir semua kebutuhan asam amino yang sesuai dengan kebutuhan otot. Selain itu kandungan BCAA di dalamnya memiliki peran penting dalam proses adaptasi atau penyembuhan jaringan otot setelah olahraga, serta bisa dimetabolisme menjadi energi yang diperlukan otot selama olahraga.

Perlukah mengonsumsinya?

Salah satu hasil studi dalam Jurnal Sporta Saintika menujukkan bahwa, konsumsi 20 gram whey protein segera setelah latihan atau berolahraga ternyata terbukti bisa meningkatkan konsentrasi asam amino dan keseimbangan protein pada jaringan otot. Hal ini bisa membantu pembentukan otot yang lebih kuat. Dibandingkan dengan protein biasa Whey protein jauh kebih efektif dalam meningkatkan asam amino dan sintesis protein karena penyerapannya yang lebih cepat dan kandungan asam amino essensialnya yang lebih lengkap.

whey protein untuk pembentukan massa otot
Foto: Freepik.com

Cara konsumsi whey protein

Bagi kamu yang sedang menjalankan program untuk membangun massa otot dan ingin mengonsumsi whey protein menjadi suplemen tambahan, dianjurkan untuk mengonsumsi sekitar 1,5 g/kg/hari selama program latihan. Tapi, hindari mengonsumsinya dalam satu waktu, ada baiknya membagi dosis tersebut dalam 4 sampai 5 kali sajian.

Kamu juga disarankan untuk mengonsumsi whey protein bersamaan dengan makanan atau minuman lainnya. Penelitian menujukkan adanya campuran karbohidrat, lemak, dan protein ketika mengonsumsi whey protein membantu dalam meningkatkan efeknya terhadap pembentukan otot.

Mengkosnusmi whey protein merupakan cara yang bisa kamu lakukan dalam membentuk massa otot. Konsumsilah dengan cara dan jumlah yang tepat untuk mendapatkan dampak positifnya. Tapi, konsumsi whey protein ini ngga diwajibkan kok. Kamu bisa mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat. Semoga sehat selalu, Sahabat Sehat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Reno Siska Sari. 2019. Pengaruh Pemberian Whey Protein Terhadap Pengurangan Gejala  Kerusakan Otot Setelah Aktivitas Eksentrik. Sprti Saintika. 4(1). http://sportasaintika.ppj.unp.ac.id/index.php/sporta/article/view/97. Diakses Pada 4 Maret 2022.

Protein Whey A.S. Dalam Nutrisi Olahraga. https://www.usdec.org/assets/documents/Customer%20Site/C3-Using%20Dairy/C3.7-Resources%20and%20Insights/04-Nutrition%20Materials/WheySportsNutrition_Indonesian.pdf. Diakses Pada 4 Maret 2022.

The Effect of Supplement Soybean Milk and Whey Protein in Load Exercisestoward The Increasing Hypertrophy of Thigh Muscles. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/20937. Diakses Pada 4 Maret 2022.

Analysis of Protein Content on Commercial Protein Supplement in Indonesia. http://jurnal.upmk.ac.id/index.php/juara/article/view/1225. Diakses Pada 4 Maret 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.