Jangan khawatir saat ASI ngga Keluar!

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama yang bisa memenuhi asupan zat gizi bayi, setidaknya hingga usia enam bulan. Tapi gimana ya, kalau ASI kamu ngga keluar? Kira-kira faktor penyebabnya dan solusinya? Jangan khawatir, yuk simak artikelnya di sini!

Peranannya

Teman Sehat, ternyata ASI memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Hal ini dikarenakan bayi yang diberikan makanan ini secara eksklusif, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan yang ngga diberikan secara eksklusif, karena penyebab tertentu.

Asupannya yang kurang, mengakibatkan kebutuhan zat gizinya menjadi kurang seimbang. Jika stoknya ngga tercukupi, kamu ngga perlu khawatir, karena hal ini biasa terjadi. Biasanya ASI baru kembali keluar pada dua sampai tiga hari setelahnya. Walaupun kandungan cairan kuning (kolostrum) pada susu yang keluar di waktu ini sudah menurun, tapi volume susunya bertambah.

Apa sih penyebabnya?

Produksi ASI yang sedikit pada beberapa hari setelah persalinan, disebabkan karena penurunannya produksi pada hormon progesteron (hormon yang berperan penting bagi fungsi sistem reproduksi perempuan) Saat hamil, plasenta memiliki peran penting untuk memproduksi hormon yang berperan dalam produksi ASI.

Ketika persalinan terjadi, plasenta terpisah dari rahim dan akan keluar dari tubuh. Akibatnya, terjadi penurunan kadar hormon progesteron yang menyebabkan makanan pertama ini sulit keluar setelah melahirkan. Produksinya akan kembali berjalan 32-40 jam setelah melahirkan.

Bagaimana solusinya?

  1. Rutin memompa ASI
  2. Memijat payudara
  3. Meningkatkan frekuensi kontak dengan bayi
  4. Selalu berkonsultasi dengan dokter

Kegiatan ini, sangat memerlukan dukungan dari keluarga seperti suami, orang tua, dan mertua. Dukungan dari keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam proses pemberiannya selama 6 bulan, loh! Dukungannya bisa terdiri dari dukungan instrumental, emosional, informasi dan penghargaan.

Nah, jadi sudah ngga perlu khawatir lagi jika kamu mengalami hal serupa. Sebarkan jika menurut kamu artikel ini sangat bermanfaat. Yap, Selain menambah wawasan kamu juga menebarkan informasi terbaik untuk sekitar mu!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.