Mengenal Sarang Madu dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Teman Sehat, pernahkah kamu makan sarang madu? Produk alami ini dihasilkan lebah untuk menyimpan madu dan serbuk sari atau menampung larvanya. Faktanya, konsumsi sarang madu memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, sebaiknya konsumsi dalam jumlah wajar, ya. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang sarang madu dan manfaatnya bagi kesehatan!

Mengenal sarang madu

Sarang madu merupakan tempat berlindung koloni lebah dari serangan bakteri, jamur, virus, maupun predator, serta tempat produksinya madu, bee pollen, dan tempat tumbuh kembang telur-telur. Dalam jurnal Bioedukasi dijelaskan bahwa kualitas sarang madu sangat mempengaruhi kualitas madu yang dihasilkan. Madu ngga layak konsumsi atau penurunan kualitasnya disebabkan oleh bakteri tertentu, biasanya didominasi oleh Bacillus sp. di dalam sarang.

Yellow honeycomb texture Free Photo
sumber: freepik.com

Umumnya, sarang madu mengandung madu mentah. Jenis ini berbeda dengan madu komersial karena ngga mengalami proses pasteuriasi. Kamu bisa loh memakan seluruh sarang madu, termasuk madu dan sel lilin disekelilingnya. Kamu juga bisa mengunyahnya seperti permen karet.

Kandungan gizi

Komponen utama sarang madu yaitu madu mentah dan lilin. Madu mentah mengandung sedikit protein, vitamin, dan mineral, tetapi kaya gula (95 – 99%) dan air. Madu mentah belum diproses sehingga kandungan enzimnya cukup tinggi, termasuk glukosa oksidase yang memiliki sifat antimikroba dan antibakteri. Enzim ini kemudian dipecah melalui pemanasan dan penyaringan selama proses pengolahan madu komersial.

Teman sehat, madu mentah nggak terkontaminasi dengan pemanis seperti sirup jagung fruktosa tinggi. Kandungan antioksidannya juga lebih banyak daripada madu komersial. Jenis antioksidan utama dalam madu yaitu polifenol. Selain itu, lilin juga menyediakan asam lemak dan alkohol rantai panjang yang mengandung banyak manfaat untuk tubuh.

Manfaat

Berikut manfaat sarang madu bagi kesehatan:

Sweet honeycomb on wooden table Free Photo
sumber: freepik.com
  1. Meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu menurunkan kolesterol LDL
  2. Meningkatkan perlawanan tubuh terhadap bakteri dan jamur tertentu, seperti Staphylococcus aureus, Candida albicans, Salmonella enterica, dan E. coli
  3. Melindungi kesehatan usus dari parasit Giardia lamblia
  4. Membantu meredakan batuk pada anak-anak, tetapi sebaiknya jangan diberikan kepada anak di bawah usia 12 bulan. Hal ini disebabkan karena madu dan sarang madu mengandung spora bakteri C. botulinum yang bisa menyebabkan botulisme
  5. Alternatif gula yang baik untuk penderita diabetes selama ngga berlebihan
  6. Meningkatkan kesehatan hati

Apakah sarang madu aman dikonsumsi?

Sama halnya dengan madu, sarang madu juga berisiko terkontaminasi oleh spora C. botulinum yang sangat berbahaya bagi ibu hamil dan anak berusia kurang dari 1 tahun. Dalam beberapa kasus, mengonsumsinya dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan masalah pencernaan. Jadi, untuk meminimalisir risiko yang nggak diinginkan, hindarilah makan dalam jumlah besar setiap hari. Selain itu, perhatikan juga kalau kamu punya alergi terhadap racun lebah atau serbuk sari.

Nah, sekarang kamu udah tahu apa itu sarang madu dan manfaatnya untuk kesehatan. Pastikan juga pilih sarang madu yang warnanya gelap karena menunjukkan manfaat yang semakin banyak, terutama kandungan antioksidannya. Jangan lupa bagikan informasi ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Referensi

Daya Antimikrobia Sarang Lebah Madu Trigona spp terhadap Mikrobia Patogen https://jurnal.uns.ac.id/bioedukasi/article/view/3546 Diakses pada 19 Mei 2021

Honey: a reservoir for microorganisms and an inhibitory agent for microbes https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2269714/ Diakses pada 19 Mei 2021

Beneficial roles of honey polyphenols against some human degenerative diseases: A review https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29128800/ Diakses pada 19 Mei 2021

Raw Millefiori honey is packed full of antioxidants https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0308814605003262 Diakses pada 19 Mei 2021

Nutritional significance and metabolism of very long chain fatty alcohols and acids from dietary waxes https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14988513/ Diakses pada 19 Mei 2021

Antigiardial activity of glycoproteins and glycopeptides from Ziziphus honey https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25587739/ Diakses pada 19 Mei 2021

Beeswax: A minireview of its antimicrobial activity and its application in medicine https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27633295/ Diakses pada 19 Mei 2021

Honey for treatment of cough in children https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4264806/ Diakses pada 19 Mei 2021

Association between honey consumption and infant botulism https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12432974/ Diakses pada 19 Mei 2021

Effects of D-002, a mixture of high molecular weight beeswax alcohols, on patients with nonalcoholic fatty liver disease https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3712152/ Diakses pada 19 Mei 2021

Allergy to honey: relation to pollen and honey bee allergy https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1590566/ Diakses pada 19 Mei 2021

Huge gastric bezoar caused by honeycomb, an unusual complication of health faddism: a case report https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2740191/ Diakses pada 19 Mei 2021

Nutraceutical values of natural honey and its contribution to human health and wealth https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3583289/ Diakses pada 19 Mei 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.