ASI Eksklusif VS Weanling Dilemma

Apakah Teman Sehat pernah denger atau bahkan mengalami kondisi di mana ibu khawatir ASI-nya ngga lagi cukup buat memenuhi kebutuhan bayi, lalu memilih memberikan makanan tambahan? Yap, sekarang kita akan mengupas fenomena itu, yang ternyata bernama “Weanling Dilemma“.

weanling dilemma

Apaitu weanling dilemma?

Weanling dilemma merupakan fenomena di mana seorang ibu menyusui merasa ASI nya sudah ngga cukup lagi buat memenuhi kebutuhan gizi bayinya, sehingga ibu mulai merasa perlu memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Fenomena ini pada umumnya terjadi saat bayi berusia 3-4 bulan. Padahal, kamu pasti tau kan kalau pemberian ASI eksklusif yang direkomendasikan adalah selama 6 bulan.

4 fakta tentang weanling dilemma

  • Weanling dilemma dan risiko kematian bayi berhubungan dengan pemberian makanan pendamping ASI lebih awal. Kasus ini banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Faktor kesiapan bayi dalam menerima makanan baru serta kebersihan yang buruk sering menjadi faktor penyebab.
  • Memperpanjang durasi pemberian ASI ekslusif (di atas usia 3-4 bulan) berhubungan dengan risiko kematian bayi yang lebih rendah, percepatan perkembangan kemampuan kognitif, dan sebagai perlindungan terhadap berbagai risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas dan diabetes mellitus.
  • Studi menunjukan bahwa ngga ada manfaat memperkenalkan makanan pendamping ASI lebih awal, yaitu pada usia 4-6 bulan.
  • Fenomena ini pada dasarnya hanya kecemasan yang dialami seorang ibu karena melihat bayinya menyusu lebih sering serta pertumbuhannya lebih pesat sehingga memunculkan kekhawatiran ASI saja sudah ngga cukup lagi memenuhi kebutuhan bayi.

Nah, begitulah fakta-fakta mengenai ASI eksklusif dan weanling dilemma. Hal yang Teman Sehat perlu ingat, ASI adalah makanan terbaik anugerah dari Tuhan yang memiliki zat gizi lengkap dan paling tepat untuk bayi sampai usia 6 bulan. Jadi, ngga usah khawatir bayi akan kekurangan zat gizi. (agt&don)

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *