Hai Sahabat Sehat!, salah satu jenis Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang perlu diperhatikan penggunaannya yaitu bahan pengawet yang digunakan untuk mencegah atau menghambat terjadinya pengasaman, fermentasi hingga kerusakan pangan lainnya yang disebabkan oleh aktivitas mikroba. Taukah kamu jika ternyata bahan pengawet ini dibedakan menjadi 2 loh, yaitu bahan pengawet anorganik (sulfit, garam nitrit dan nitrat) dan bahan pengawet organik (asam benzoat, asam sorbat dan asam propionat).
Bahan pengawet organik biasanya banyak digunakan, karena lebih mudah untuk dibuat. Penggunaan pengawet ini ngga boleh sembarangan dan harus sesuai dengan ketentuan yang diberikan BPOM supaya ngga menimbulkan efek negatif bagi kesehatan bila dikonsumsi. Jumlah batasan maksimum BTP yang aman dikonsumsi setiap hari selama masa hidup disebut sebagai Acceptable Daily Intake (ADI) atau asupan harian yang bisa diterima. Berikut 3 contoh bahan pengawet organik beserta anjuran pemakaiannya.

Asam Benzoat
Bahan ini merupakan pengawet yang sering digunakan pada bahan makanan asam. Kegunaan dari asam benzoate yaitu untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta khamir. Bahan ini biasa ditemukan dipasaran dalam bentuk garam benzoat.
ADI dari bahan ini sebanyak 0-5 mg/kg berat badan. Pada keadaan normal tubuh bisa mendetoksifikasi asam benzoat dengan mengubahnya menjadi asam hipurat untuk kemudian dibuang oleh tubuh. Biasanya jenis pengawet ini digunakan untuk produk buah fermentasi, buah untuk isi pastri, gula, dan makanan pencuci mulut berbahan dasar susu.
Asam Sorbat
Asam sorbat yang biasa ditemukan biasanya berupa natrium sorbat dan kalium sorbat yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan kapang. Asam sorbat bisa mencegah pertumbuhan mikroba dengan mencegah enzim dehydrogenase untuk mengurai asam lemak. ADI dari asam sorbat sebanyak 0-25 mg/kg berat badan. Dalam tubuh manusia, normalnya asam sorbat dapat dimetabolisme layaknya asam lemak biasa. Pengawet ini bisa digunakan pada produk susu dan olahannya dan daging.

Asam Propionat
Seperti kedua jenis pengawet yang sudah disebutkan di atas, asam propionat juga bisa digunakan dalam bentuk garamnya seperti natrium propinat, kalium propionat dan kalsium propionat. Pengawet ini cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan kapang dan bakteri, biasanya digunkan pada minuman berbasis susu berperisa seperti yogurt dan susu cokelat, maupun sari buah dan sayur. Manusia, dalam keadaan normal bisa memetabolisme bahan ini seperti pada asam lemak biasa dan jenis pengawet ini ADI-nya ngga dinyatakan oleh BPOM (not limited) karena toksisitasnya sangat rendah.
Bagaimana penggunaannya?
Apabila Sahabat Sehat ingin menggunakan bahan pengawet pada pangan yang kamu buat, alangkah baiknya pertimbangkan terlebih dahulu apakah pengawet tersebut benar-benar dibutuhkan. Jika memang ngga terlalu dibutuhkan sebaiknya ngga perlu ditambahkan.
Tapi jika memang perlu, gunakanlah sesuai ketentuan dengan jumlah yang ngga melebihi batas. Pilihlah bahan yang sudah memiliki nomor izin edar dari BPOM RI. Jangan lupa baca terlebih dahulu takaran penggunaannya dan gunakan sesuai petunjuk. Batasan maksimum penggunaannya bisa kamu lihat lebih lanjut pada Peraturan Kepala BPOM RI nomor 36 tahun 2013.
Setelah mengetahui berbagai macam bahan pengawet dan cara kerjanya, alangkah baiknya untuk memperhatikan kembali penggunaan bahan pengawet dalam makanan yang dikonsumsi, supaya ngga melebihi batas maksimum yang bisa diterima tubuh.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP


Thankyou infonya kakak
Terima kasih sudah sharing kak