Bahaya Asam Jengkolat pada Jengkol

Sahabat Sehat, apakah kamu pecinta jengkol? Jengkol merupakan tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia dan bisa diolah menjadi berbagai macam masakan seperti semur jengkol, jengkol balado, bahkan keripik atau emping jengkol. Jengkol punya banyak penggemar karena rasa dan teksturnya, tapi banyak juga yang ngga suka karena baunya. Bau jengkol berasal dari senyawa asam jengkolat pada jengkol yang ternyata mengandung sulfur dan bersifat beracun.

bahaya asam jengkolat yang terdapat pada jengkol
Foto: Unsplash.com

Kandungan gizi jengkol

Jengkol punya kandungan gizi yang baik bagi tubuh seperti protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A, dan vitamin B1. Kandungan protein jengkol cukup tinggi, mencapai 23,3 gram per 100 gram jengkol. Tapi, jengkol juga mengandung asam jengkolat sebanyak 0,3-1,3 gram per 100 gram jengkol dan ternyata senyawa ini berbahaya, loh!

Bahaya asam jengkolat

Asam jengkolat bila dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan keracunan yang menyerang organ ginjal. Gejala keracunan asam jengkolat biasanya timbul 2-12 jam setelah konsumsi jengkol. Beberapa gejalanya bisa berupa nyeri pinggang, perut kembung, muntah, diare, atau konstipasi. Gejala tersebut masih tergolong gejala ringan yang bisa disembuhkan dengan banyak minum air dan pengobatan dengan natrium bikarbonat.

Apabila keracunan asam jengkolat sudah tergolong parah, gejala yang timbul biasanya berupa adanya gangguan saat pengeluaran urin, hematuria (adanya darah dalam urin), hingga gagal ginjal. Bila dilakukan pengecekan di laboratorium, pada urin bisa ditemukan kristal-kristal yang berbentuk jarum runcing. Pada kondisi ini, penderita perlu mendapat penanganan lebih lanjut dari rumah sakit.

bahaya asam jengkolat bagi kesehatan
Foto: Unsplash.com

Cara aman konsumsi jengkol

Tenang saja, makan jengkol ngga berarti kamu pasti akan mengalami hal tersebut. Pastikan kamu mengonsumsi jengkol yang sudah dimasak hingga matang karena proses pemasakan dapat membantu mengurangi kadar asam jengkolat. Hindari makan jengkol ketika perut kamu masih dalam keadaan kosong dan jangan konsumsi jengkol bersamaan dengan makanan/minuman yang bersifat asam (kopi, soda). Tentunya, jangan konsumsi jengkol secara berlebihan, apalagi untuk kamu yang punya masalah ginjal.

Meskipun jengkol mengandung asam jengkolat yang beracun, kulit jengkol punya kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan alkaloid yang bersifat antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Jadi, kulit jengkol sebenarnya berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai insektisida, larvasida, dan antioksidan alami, loh.

Nah, itu dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang asam jengkolat yang ada dalam jengkol. Yuk, bagikan informasi ini ke sesama penikmat jengkol!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Bunawan, N. C., Rastegar, A., White, K. P., dan Wang, N. E. 2014. Djenkolism: case report and literature review. Int Med Case Rep J. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3998865/ Diakses pada 10 Juli 2021.

Sentra Informasi Keracunan Nasional. Bahaya Keracunan Asam Jengkolat. http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/BAHAYA-KERACUNAN-ASAM-JENGKOLAT4.pdf Diakses pada 10 Juli 2021.

Sinaga, I., Rosliana, dan Riyanto. 2018. Uji Toksisitas (LC-50 – 24 Jam) Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa) terhadap Larva Udang Artemia salina Leach. Jurnal Biosains.  https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/biosains/article/viewFile/10473/9401 Diakses pada 10 Juli 2021.

Surya, A. 2017. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa) dengan Tiga Pelarut yang Berbeda Kepolaran. Jurnal Rekayasa Sistem Industri.  https://media.neliti.com/media/publications/229813-activities-antioxide-extract-leather-lea-30770502.pdf Diakses pada 10 Juli 2021.

Related Posts

    1. Tergantung ketahanan masing2 individu sih kak, sebaiknya 1-3 buah aja dlm sekali makan, dan makan jengkol yang sudah dimasak sampai matang ya kak. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.