Kenali Adanya Pewarna Sintetik pada Produk Pangan, Di Sini!

Halo Teman Sehat! Setelah diteliti, masuknya pewarna sintetik dalam dosis sedang ke dalam tubuh bisa membuat berbagai permasalahan kesehatan. Masalah kesehatan yang muncul bisa berupa gangguan tingkah laku pada anak, hiperaktivitas, gangguan kognitif, asma dan gatal-gatal pada kulit. Waw, bahaya banget buat tubuh ya, Teman Sehat!

Kamu tau kan kalau sekarang ini, persaingan produk pangan di pasaran semakin tinggi? Yap, inilah yang membuat orang yang ngga bertanggung jawab buat melakukan segala hal supaya produk pangan yang mereka hasilkan menarik pembeli. Salah satunya, dengan menggunakan pewarna sintesis ke dalam produk pangan karena dinilai aman dan lebih menarik pembeli.

Baca juga : Pastikan Anak-Anak Menghindari Jajanan dengan 4 Ciri-Ciri Ini

Lalu, gimana kita tau kalau di dalam produk pangan di pasaran itu menggunakan pewarna sintetik? Cek di sini!

1. Rhodamin B

Pewarna non pangan warna merah ini ngga boleh ada pada makanan, Teman Sehat. Penyalahgunaan pewarna ini biasanya ada pada pembuatan krupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis/kembang gula, manisan, sirup, minuman, sosis dan sebagainya.

Produk pangan yang mengandung rhodamin B punya warna yang cerah mengkilap dan mencolok, warna produk pangan ngga rata, ada gumpalan dan biasanya punya after taste pahit.

2. Methanil Yellow

Pewarna non pangan berwarna kuning ini bersifat ngga mudah larut air. Biasanya, penyalahgunaan pewarna ini ada pada kue-kue padahal pewarna ini diperuntukkan untuk mewarnai pakaian dan cat kayu, Teman Sehat. Hal yang bisa kita waspadai, yakni menghindari  produk pangan yang berwarna kuning mencolok ngga wajar.

3. Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)

Pewarna merah hati keunguan ini sering dipakai dalam pembuatan selai, kue, agar-agar dan minuman, Teman Sehat padahal, jika pewarna ini dikonsumsi lebih dari 4 mg/kg/hari bisa menimbulkan hiperaktivitas pada anak dan dapat meningkatkan risiko kanker. Seperti pewarna non pangan lain, penggunaannya bisa ditandai dengan adanya warna merah keunguan yang mencolok dan ngga wajar.

Baca juga : Yuk Kenali Kandungan 4 Jenis Mie Warna-warni Ini

4. Briliant Blue

Briliant Blue adalah pewarna makanan biru larut air yang biasanya digunakan pada produk roti, minuman, bubuk pemanis, permen, sereal, dan obat-obatan. Penggunaan pewarna yang melebihi 12 mg/kg/hari ini bisa meningkatkan risiko gangguan fungsi otak apa lagi bagi janin dan bayi di bawah enam bulan, Teman Sehat!

Nah, buat kamu, ngga ada kata terlambat buat membatasi atau menghindari produk pangan yang terlihat ngga wajar itu, ya Teman Sehat! Yuk, share pengalamanmu di kolom komentar di  bawah ini!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *