Ketahui Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung!

Dua penyakit jantung yang sering terjadi dan membahayakan nyawa adalah serangan jantung dan henti jantung. Pernahkah Sahabat Sehat mendengarnya? Ternyata, serangan jantung dan henti jantung merupakan dua kondisi yang berbeda, loh! Apa perbedaannya dan bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya? Yuk, simak selengkapnya!

perbedaan henti jantung dan serangan jantung
Foto: Freepik.com

Mengenal serangan jantung

Disebut juga heart attack atau myocardial infarction, serangan jantung adalah kondisi tersumbatnya pembuluh darah arteri jantung yang mengantarkan darah kaya oksigen ke dalam otot  jantung. Sumbatan pada pembuluh darah arteri jantung disebabkan oleh plak yang menumpuk. Apabila pembuluh darah arteri jantung yang tersumbat ngga segera terbuka, jaringan otot jantung yang ngga mendapatkan oksigen bisa rusak. Semakin lama kondisi ini ngga ditangani, semakin parah kerusakan yang terjadi dan bahkan bisa menyebabkan kematian otot jantung.

Gejala serangan jantung utamanya yaitu rasa ngga nyaman, sakit, dan tertekan pada tengah dada selama beberapa menit yang hilang timbul. Seseorang yang mengalami serangan jantung juga bisa merasa nyeri di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut serta memiliki napas yang pendek dengan atau tanpa nyeri dada. Gejala lain serangan jantung yaitu keringat dingin, mual, dan pusing. Gejala ini bisa muncul mendadak dan intens atau bisa juga muncul secara perlahan selama beberapa jam, hari, atau bahkan minggu sebelum serangan jantung terjadi. 

Mengenal henti jantung

Berbeda dengan serangan jantung, henti jantung atau cardiac arrest merupakan kondisi gangguan fungsi sistem kelistrikan jantung yang menyebabkan denyut jantung ngga normal atau aritmia. Akibatnya, jantung ngga memompa darah dengan optimal ke otak, paru-paru, dan organ tubuh lain. Kondisi ini timbul secara mendadak dan bisa tanpa tanda-tanda sebelumnya.

Seseorang yang mengalami henti jantung pada umumnya bernapas secara ngga normal dan darah ngga beredar dalam tubuhnya. Beberapa detik setelah mengalami henti jantung, seseorang bisa kehilangan kesadaran dan kehilangan denyut nadi. Apabila ngga segera ditangani, seseorang dengan henti jantung dapat mengalami kematian.

cara tangani henti jantung dan serangan jantung
Foto: Freepik.com

Bagaimana pertolongan pertamanya?

Meski semoga ngga perlu mengalami atau melakukan pertolongan pertama, tetap penting untuk mengetahui pertolongan pertama pada serangan jantung dan henti jantung, sepakat ngga Sahabat Sehat? Pertolongan pertama kedua kondisi tersebut berbeda, loh!

Kalau Sahabat Sehat mengalami atau menjumpai seseorang mengalami gejala serangan jantung, segera hubungi ambulans dan bergegaslah ke rumah sakit! Semakin cepat tiba di rumah sakit, semakin cepat pula kondisi dapat tertangani. Sementara itu, apabila Sahabat Sehat menjumpai seseorang mengalami henti jantung, segera hubungi ambulans! Sambil menunggu pertolongan, gunakan alat kejut jantung automated external defibrillator (AED) dan lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) pada orang yang mengalami henti jantung hingga pertolongan datang.

Cara mencegah serangan jantung dan henti jantung

Nah, supaya terhindar dari serangan jantung dan henti jantung, Sahabat Sehat perlu mencegah terbentuknya plak dalam pembuluh darah arteri. Bagaimana caranya? Kamu dapat mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh dan rendah lemak trans serta meningkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan. Upaya lain yang bisa dilakukan yaitu rutin berolahraga setidaknya 3-5 kali per minggu selama masing-masing 30-45 menit, menurunkan berat badan apabila dalam kondisi kegemukan, berhenti merokok, serta mengendalikan stres emosional.

Nah, ternyata dua penyakit yang membahayakan nyawa ini bisa ditangani dan dicegah, loh, Sahabat Sehat! Jangan lupa bagikan informasi ini ya untuk menjaga kesehatan orang terkasih!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

American Heart Association. 2015. Heart Attack and Sudden Cardiac Arrest Differences. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different. Diakses pada 24 September 2022.

American Heart Association. 2015. Heart Attack Symptoms in Women. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/warning-signs-of-a-heart-attack/heart-attack-symptoms-in-women. Diakses pada 24 September 2022.

Griffin, M.R. 2022. Heart Attack and Cardiac Arrest in Men. https://www.webmd.com/men/guide/heart-attack-cardiac-arrest. Diakses 24 September 2022.

Ojha, N. dan Dhamoon, A.S. 2022. Myocardial Infarction.Treasure Island, Florida: StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537076/#_NBK537076_pubdet_

Patel, K. dan Hipskind, J.E. 2022. Cardiac Arrest. Treasure Island, Florida: StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534866/.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.