Memahami Informasi Vitamin dan Mineral pada Label Pangan

Sahabat Sehat tentu seringkali menemui informasi nilai gizi pada label pangan. Label pangan tersebut bisa membantu konsumen mengetahui energi, gizi makro, dan gizi mikro. Salah satunya adalah informasi vitamin dan mineral yang biasanya dinyatakan dalam persentase. 

Beberapa produk dengan kandungan vitamin tinggi bisa jadi memenuhi kebutuhan vitamin  harian. Tapi, jika berlebihan ada dua kemungkinan, akan dikeluarkan tubuh atau justru menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan.

label pangan
Foto: Freepik.com

Apakah Penting Mengetahui Informasi Vitamin dan Mineral? 

Mengetahui informasi nilai gizi vitamin dan mineral bisa jadi penting bagi kamu yang butuh informasi untuk pemenuhan gizi. Selain itu, tak jarang produk makanan mencantumkan klaim yang berlebihan atau bersifat mengelabui. 

Contoh, ada klaim tinggi vitamin A maka produk tersebut memang harus mengandung jumlah minimal yang ditetapkan pada Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan, yaitu mengandung 7,5-15% per 100 gram Angka Label Gizi. 

Menurut Atmaja, A.T., dkk (2017) dalam The Jurnal Of Nutrition and Food Research, menunjukan kandungan zat gizi pada MP-ASI telah memenuhi 86-94% SNI. Namun, berbeda dengan standar Codex FAO-WHO, MP-ASI bubuk instan 88% sesuai, sementara itu MP-ASI bentuk biskuit hanya memenuhi 13%. 

Menghitung Vitamin dan Mineral Berdasarkan Persentase AKG

Pada label pangan, informasi vitamin dan mineral dinyatakan dalam persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) sehingga konsumen tidak bisa langsung mengetahui berapa mikrogram yang terkandung dalam produk makanan. Bagi konsumen secara umum, mengetahui persentasenya saja sudah cukup. Namun, perlu digaris bawahi bahwa persentase tersebut berbeda-beda sesuai AKG, umumnya berdasarkan AKG orang dewasa, yakni pada kisaran 2000 Kkal. 

Contoh, jika mengacu pada AKG 2019 dengan energi 2250 Kkal maka vitamin C, yaitu 90 mcg. Jadi, jika pada label tertera 20% maka vitamin C yang terkandung sekitar 18 mcg. Jumlah tersebut bisa berbeda lagi tergantung AKG yang menjadi acuan.

vitamin dan mineral
Foto: Freepik.com

Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin dan Mineral Harian

Terlepas dari kandungan vitamin dan mineral pada makanan di pasaran, Sahabat Sehat bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral melalui makanan utama 3 kali sehari, tambah snack pada siang atau sore hari berupa makanan dengan komponen gizi seimbangMenurut Solan, M dari Harvard Health Publishing (2021), beberapa makanan sumber vitamin dan mineral, seperti kacang-kacangan, daging merah, daging unggas, ikan, brokoli, bayam, serta berbagai sayur dan buah-buahan lainnya.

Pada kondisi tertentu, individu bisa membutuhkan vitamin atau mineral yang lebih tinggi, contoh remaja putri anemia yang butuh vitamin B12 dan zat besi sehingga terkadang membutuhkan suplemen tambahan. Sahabat Sehat bisa berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui informasi vitamin dan mineral, serta mendapat rekomendasi pola makan yang sesuai. 

Referensi

Atmaja, A. T., Astawan, M., & Palupi, N. S. (2017). Kesesuaian Komposisi Gizi dan Klaim Kandungan Gizi pada Produk Mp-asi Bubuk Instan dan Biskuit. Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 40(2), 77-86. https://pgm.persagi.org/index.php/pgm/article/view/22. Diakses 5 Desember 2023. 

Harvard Medical School: Harvard Health Publishing. 2021. The Best Foods for Vitamins and Minerals. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-best-foods-for-vitamins-and-minerals. Diakses 4 Desember 2023. 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Angka Kecukupan Gizi. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf. Diakses 4 Desember 2023.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.