Peran Ahli Gizi pada Kasus HIV/AIDS

Halo Teman Sehat! Kamu pasti tahu kalau infeksi HIV berpengaruh terhadap status gizi penderitanya. Ngga heran kalau berat badan penderita kian lama kian menurun. Sebagai efeknya, penderita juga sangat rentan terkena penyakit infeksi seperti diare, TBC, dll.

 

Komplikasi terkait gizi yang terjadi umumnya disebabkan oleh gangguan penyerapan zat gizi khususnya lemak yang bisa menyimpan cadangan vitamin larut lemak yaitu A, D, E, dan K. Asupan zat gizi penderita HIV/AIDS juga menurun karena biasanya pasien mengalami disfagia atau gangguan menelan, odinofagia atau lesi pada esofagus, dysgeusia atau perubahan indra perasa , anoreksia akibat gangguan saraf nafsu makan, rasa kenyang yang cepat dirasakan, mual dan muntah, demam, kelelahan, dan depresi.

Penurunan asupan zat gizi ini memerlukan penanganan khusus agar kondisi pasien ngga semakin memburuk. Nah, dalam hal ini peran ahli gizi penting banget loh! Yuk, cari tau apa aja yang bisa dilakukan seorang ahli gizi dalam menangani penyakit ini!

1. Pengecekan asupan kalori dan zat gizi

Asupan kalori yang cukup diperlukan agar tubuh mampu mempertahankan fungsi normalnya. Organ tubuh akan berfungsi dengan baik apabila memiliki energi yang cukup untuk memenuhi jumlah minimal dalam melakukan metabolisme. Zat gizi karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral yang dikonsumsi juga harus sesuai kebutuhan. Nah, dalam hal ini, seorang ahli gizi akan melakukan perhitungan kebutuhan energi berdasarkan berat badan dan faktor sakit pasien.

2. Penerapan metode alternatif untuk meningkatkan asupan zat gizi

Pernah kepikiran ngga sih gimana caranya seorang pasien tetap nafsu makan meski kerap mual dan muntah? Penerapan metode peningkatan asupan zat gizi ini bisa dilakukan dengan memodifikasi makanan yang bisa membangkitkan selera. Keamanan makanan harus terjaga dengan baik karena pasien HIV/AIDS mengalami penurunan fungsi imun sehingga mudah terserang berbagai penyakit baru.

3. Konseling gizi mengenai diet yang tepat

HIV/AIDS umumnya disertai dengan berbagai komplikasi yang melibatkan berbagai organ. Oleh karena itu, diet yang tepat dan spesifik sangatlah penting disosialisasikan untuk mencegah kondisi buruk yang mungkin terjadi pada pasien. So, ahli gizi bakal ngobrol-ngobrol dengan pasien sekaligus memberikan edukasi.

4. Kerjasama dengan tim medis lain

Kerjasama yang baik antara ahli gizi, physical therapist, perawat, pharmachist, petugas administrasi, psikolog, dokter bahkan perusahaan asuransi penjamin pasien harus terjalin dengan baik agar perawatan medis pasien berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Faktor obat, makanan, psikologis, dan lainnya berperan penting dan saling terkait satu sama lain.

Nah, bagi kamu para calon ahli gizi, beberapa pendekatan ini akan baik dilakukan untuk mempertahankan kondisi pasien agar ngga semakin memburuk. Tertarik?

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

Related Posts

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.