Infeksi Listeria dan Penyebarannya yang Mendunia

Halo Teman Sehat! Baru-baru ini telinga kita akrab dengan berita infeksi bakteri Listeria lewat buah-buahan yang terjadi di Australia. Ternyata, penyebaran bakteri ini bukan hal baru loh! Beberapa kasus infeksi masal telah terjadi diberbagai negara pada beberapa waktu yang lalu. Nah, apa sih sebenarnya infeksi Listeria itu?

Listeriosis

Listeriosis merupakan kejadian keracunan makanan yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, bayi, lansia, dan orang-orang dengan gangguan pada sistem imun.

Listeria monocytogenes ditemukan di air dan tanah. Bakteri ini kemudian menyebar ke sayur-sayuran yang ditanam melalui pemberian pupuk dari kotoran hewan. Hewan juga bisa loh menjadi perantara lewat daging dan produk susunya yang ngga dipasteurisasi. Selain itu, penularan bisa juga terjadi dari ibu ke janin.

Seberapa parahkah listeriosis?

Jika seseorang terinfeksi Listeria monocytogenes, maka ia akan menunjukan gejala seperti demam, ngilu-ngilu disekujur badan, serta diare. Jika infeksi ini udah menyebar ke sistem saraf, maka gejala akan semakin berkembang seperti sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, bahkan kejang-kejang.

Terdapat 2 tipe infeksi listeria, yaitu listeriosis non-invansive dan listeriosis invansive. Apa sih bedanya? Listeriosis non-invansive merupakan gejala ringan infeksi bakteri listeria yang terjadi pada orang sehat. Gejalanya meliputi diare, demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Penularan penyakit ini biasanya terjadi melalui makanan yang terkontaminasi. Listeriosis invansive merupakan jenis yang lebih parah dari infeksi bakteri ini yang umumnya terjadi pada kelompok berisiko. Infeksi ini ditandai dengan gejala berat dan tingkat kematian yang tinggi (20-30%).

Wabah listeria yang pernah terjadi

Wabah Listeria telah terekam sejak dahulunya. Tahun 1981, Kanada pernah mengalami wabah listeriosis yang menyebabkan kematian pada domba-domba pada kubis yang tercemar Listeria monocytogenes. Hal tersebut kemudia menyebar ke manusia dan menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 49 orang memperoleh perawatan intensif. Tahun 1985, wabah terjadi di Los Angeles dan California yang menyebabkan 29 orang meninggal akibat mengkonsumsi keju yang terkontaminasi. Kasus Listeriosis juga dilaporkan 9 negara lainnya  dengan  total  wabah  listeriosis  sebanyak  526 kasus. Di Jepang, pernah satu kali wabah listeria yang berasal dari ikan tuna. Ngga cuma itu, masih banyak lagi kasus listeriosis yang terjadi di berbagai negara.

Di Indonesia? Memang belum ada data yang menunjukan kalau listeriosis pernah mewabah. Bahkan setelah muncul berita penyebaran Listeria monocytogenes melalui buah-buahan yang berasal dari negeri tetangga, berbagai daerah di Indonesia belum melaporkan kasus listeriosis. Tapi, harus tetap waspada ya Teman Sehat dengan melakukan langkah-langkah pencegahan!

Nah, itulah beberapa informasi yang perlu Teman Sehat ketahui seputar Listeria monocytogenes. Ngga perlu panik, lakukan pencegahan sedini mungkin, tangani dengan benar jika menunjukan gejala-gejala listeriosis!

Related Posts

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.