Kondisi leher hitam bergurat seringkali ditemukan pada seseorang yang memiliki berat badan yang berlebih dan obesitas. Ngga sedikit pula yang mengeluhkan bahwa kondisi ini sulit dihilangkan. Kondisi leher yang menghitam dalam istilah medis disebut dengan akantosis nigrikans (AN). Penelitian menemukan bahwa akantosis nigrikans berhubungan dengan kejadian diabetes. Oleh karena itu, akantosis nigrikans patut diwaspadai.

Mengenal Akantosis Nigrikans
Akantosis nigrikans (AN) adalah suatu kelainan kulit berupa penebalan dan penggelapan kulit, disertai dengan struktur seperti beludru. Kondisi ini dapat menyerang segala kelompok usia dan biasanya terjadi di area lipatan tubuh, contohnya leher, ketiak, atau selangkangan. Di samping itu, kelainan kulit ini juga bisa menimbulkan bau atau sensasi gatal.
AN cenderung menyerang seseorang dengan obesitas dan yang memiliki faktor risiko berupa riwayat keluarga atau kondisi turunan. Selain itu, AN ngga hanya dianggap sebagai kelainan kulit aja, tetapi juga acap kali dipandang sebagai petanda adanya penyakit lain yang mendasari.
Hubungan Akantosis Nigrikans dengan Diabetes
Dilansir dari laman hellosehat, kulit leher yang menghitam bisa jadi merupakan pertanda bakal datangnya penyakit diabetes mellitus (DM) atau prediabetes. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kemenkes RI yang menyebutkan bahwa anak dengan AN berisiko mengalami hiperinsulinemia 1,6-4,2 kali lebih besar daripada anak yang ngga menderita kelainan yang sama. Hubungan ini menegaskan bahwa akantosis nigrikans berhubungan dengan kejadian DM tipe 2. Bahkan, American Diabetes Association sudah menjadikan AN sebagai indikator risiko diabetes melitus pada remaja dengan obesitas.
Resistensi insulin terjadi akibat tingginya kadar insulin. Hal ini membuat sel kulit di bagian tubuh tertentu, terutama di bagian lipatan tubuh berganti lebih cepat sehingga warna kulit pada bagian tersebut menjadi lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Di samping itu, resistensi insulin dapat menyebabkan gangguan penyerapan gula darah sehingga memicu hiperglikemia atau keadaan di mana kadar gula darah meningkat. Akibatnya, seseorang dengan akantosis nigrikans berisiko mengalami DM tipe 2.

Cara Mengatasi Akantosis Nigrikans
Selain resistensi insulin, AN juga bisa disebabkan oleh gangguan hormonal, konsumsi obat-obatan dan suplemen tertentu, dan kanker. Hal ini penting untuk diketahui karena tujuan pengobatan AN adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi AN, meliputi:
Penurunan berat badan
Seseorang dengan AN dengan berat badan berlebih disarankan untuk menurunkan berat badan melalui diet yang sehat disertai dengan olahraga teratur.
Operasi
AN yang disebabkan oleh tumor atau kanker bisa diatasi, salah satunya dengan melakukan operasi pengangkatan tumor atau kanker.
Terapi laser
Selain itu, AN dapat diatasi dengan terapi laser atau pancaran sinar laser. Terapi ini akan membantu mengurangi ketebalan kulit akibat AN.
Obat-obatan
Jika penyebab akantosis nigrikans adalah gangguan hormon, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk memperbaiki kadar hormon. Di samping itu, obat-obatan penurunan gula darah akan diberikan dokter kepada individu dengan AN yang mengalami diabetes.
Sahabat Sehat, itulah tadi informasi mengenai akantosis nigrikans yang rentan menyerang seseorang yang obesitas. Penerapan pola hidup sehat sangatlah penting agar bisa mencegah kondisi ini berkembang menjadi diabetes mellitus dan mengatasi AN.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

