Sahabat Sehat pernah coba okra? Sayur memanjang dengan ujung meruncing ini mirip oyong. Jika dipotong secara horizontal, okra berbentuk segi lima dengan biji warna putih. Adanya musilane membuat okra berlendir, namun lendir tersebut justru punya manfaat loh. Yuk kenali beberapa manfaat okra!
Foto: Pexels.com
Manfaat Okra
Menurut U.S Department of Agriculture, 100 gram okra mengandung energi sekitar 33 Kkal. Di dalamnya juga terkandung protein sebesar 1,93 gram, jumlah yang cukup tinggi diantara sayur lainnya. Lemak 0,19 gram, serat 3,2 gram, kalsium 82 mg, dan vitamin C 23 mg yang memenuhi sekitar ¼ kebutuhan vitamin C orang dewasa.
Okra yang kaya gizi terkenal memiliki manfaat untuk kesehatan, bukan hanya untuk pencegahan, tetapi juga sebagai obat beberapa penyakit. Hal ini telah dibuktikan dari beberapa penelitian konsumsi okra. Berikut ini, dua di antaranya.
Okra untuk Diabetes
Menurut hasil uji klinis acak pada 120 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang dimuat dalam jurnal Penelitian Phytotherapy, ditunjukkan okra bisa menjadi antihiperglikemik. Hasil konsumsi 1000 mg kapsul okra setiap 6 jam selama 2 bulan, yaitu penurunan signifikan fasting blood sugar dan blood sugar.
Selain itu, hasil studi literatur review dari 13 penelitian pada Assian Journal of Allied Health Science (AJAHS), telah menunjukkan bahwa pemberian okra pada hewan coba mampu mengontrol pasien diabetes. Kandungan polifenol quercetyn dan myrecetyn mampu meningkatkan produksi insulin dan regenerasi sel pulau langerhans. Meskipun begitu, masih perlu dilakukan pengujian secara klinis untuk mengetahui efeknya pada manusia.
Okra untuk Kesehatan Jantung
Okra mengandung banyak antioksidan, seperti vitamin C, vitamin A, dan menurut kutipan oleh Gamede HF dalam hasil studi yang dimuat dalam jurnal Molecules, okra punya sekitar 29,5% kandungan polifenol yang merupakan antioksidan. Nah, antioksidan sendiri telah dikenal baik untuk kesehatan jantung.
Selain itu, penyakit jantung seringkali karena adanya kadar kolesterol yang tinggi. Menurut salah hasil pengujian pada hewan coba yang dimuat dalam Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy, menunjukkan bahwa ekstrak metanol biji okra mampu menurunkan kadar kolesterol.
Foto: Pexels.com
Bagaimana Cara Konsumsi Okra?
Olahan okra yang kini tengah populer adalah keripik sayur okra utuh yang gurih. Selain itu, kamu bisa mengolah jenis okra hijau atau merah menjadi tumis okra bawang putih atau pedas. Okra juga enak dimasak tumis biasa dengan campuran tempe goreng, teri, tofu, atau udang.
Lantas, apakah boleh makan okra mentah layaknya lalapan sayur? Boleh, kamu bisa menggunakan okra muda lunak yang lebih nikmat dimakan dengan sambal. Namun sayur ini berlendir, mungkin beberapa orang lebih suka dengan okra yang telah dimasak. Nah, ada tips juga nih untuk mengurangi lendir okra, yang dengan ngga terlalu lama memasaknya.
Sahabat Sehat bisa mengolah dan mengonsumsi okra sesuai selera supaya sayur di menu harian kamu lebih bervariasi. Faktanya, Kemenkes menyarankan untuk makan sayur dengan porsi 2/3 dari setengah piring makan, loh. Yuk tambah varian sayur okra dalam menu sayur harian kamu!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

