Bukan Nyeri Tenggorokan Biasa, tapi Difteri!

Halo Teman Sehat! Apakah kamu sedang sakit tenggorokan disertai demam dan bengkak di bagian leher? Jika iya, maka perlu waspada karena bisa jadi Teman Sehat sedang terkena difteri. Eits, difteri? Teman Sehat sudah tahu belum apa itu difteri?

Difteri adalah penyakit menular yang biasanya menginfeksi lapisan lendir tenggorokan dan saluran pernafasan bagian atas. Penyakit menular ini terjadi karena infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Saat ini, beberapa wilayah di Indonesia sudah dinyatakan KLB (kejadian luar biasa) difteri.

 Apa aja tanda-tanda difteri?

Difteri adalah penyakit dengan tanda/gejala yang khas. Teman Sehat harus mulai waspada jika mengalami gejala-gejala berikut:

  1. Munculnya lapisan tebal berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  2. Sakit tenggorokan dan suara berubah serak.
  3. Pembengkakan kelenjar (pembesaran kelenjar getah bening) di leher.
  4. Sulit untuk bernapas
  5. Demam dan menggigil
  6. Pada beberapa kasus, infeksi bakteri penyebab difteri hanya menyebabkan penyakit ringan dengan kata lain ngga ada tanda dan gejala yang jelas.

Lantas, seberapa besar bahaya penyakit difteri?

Difteri bisa dikatakan sebagai penyakit menular yang berbahaya loh! Kenapa? Sebab dalam penyebarannya, bakteri penyebab difteri sangat mudah menular melalui kontak langsung. Terlebih lagi, penularan bakteri tersebut juga bisa terjadi melalui karier alias orang sehat yang di dalam tubuhnya terdapat bibit bakteri penyebab difteri. Nah, hal ini menyebabkan penyebaran bakteri difteri bisa terjadi begitu cepat.

Tahukah kamu?

Difteri ngga hanya berupa infeksi saluran napas dan tenggorokan loh, Teman Sehat! Tapi, ada jenis difteri lainnya yaitu difteri pada kulit. Tipe yang satu ini bisa memengaruhi kulit kita, seperti menyebabkan rasa sakit, kulit kemerahan dan pembengkakan. Difteri pada kulit lebih sering terjadi di daerah beriklim tropis dengan tingkat kebersihan yang buruk dan lingkungan tempat tinggal yang padat.

Jangan takut difteri!

Eits, Teman Sehat ngga boleh cemas berlebihan karena setiap penyakit pasti bisa dicegah dan diobati! Ada beberapa langkah pencegahan difteri, dan salah satu langkah efektif untuk mencegah difteri adalah dengan membentuk sistem kekebalan tubuh melalui imunisasi. Di sebagian besar negara, vaksin toksoid difteri diberikan bersamaan dengan vaksin tetanus toksoid dan pertusis (vaksin DTP). Pasti Teman Sehat udah ngga asing dengan DPT, bukan? Vaksin DPT di Indonesia diberikan saat bayi usia 2-4 bulan, anak usia 2 tahun, dan imunisasi lanjutan di usia anak-anak. Melalui imunisasi inilah  sistem kekebalan tubuh bisa dibentuk. Kalau udah terinfeksi? Ngga usah panik! Datangi fasilitas kesehatan terdekat dan dapatkan pengobatan!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *