Depresi pada Perempuan Lebih Sering Terjadi Dibanding Laki-laki. Apa Penyebabnya?

Menurut data World Health Organization,  depresi adalah masalah kesehatan mental yang diderita oleh lebih dari 300 juta orang dari berbagai usia di dunia. Depresi adalah penyebab utama disabilitas di dunia, dengan perempuan sebagai penderita terbanyak. Pada tingkat terparahnya, depresi bisa menyebabkan bunuh diri. Depresi pada perempuan adalah hal yang urgent dibahas, supaya hal ini ngga terjadi pada diri teman, keluarga, atau bahkan diri kamu sendiri.

Pertama, apa sih arti depresi?

Menurut Kementerian Kesehatan, depresi adalah perasaan sedih atau murung yang mendalam, dan menetap lebih dari 2 minggu berturut-turut sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan depresi adalah kumpulan dari gejala-gejala berikut ini:

  • Perasaan sedih dan murung
  • Semangat menurun
  • Mudah lelah
  • Rasa percaya diri menurun
  • Menjadi pesimis
  • Gangguan tidur
  • Hilang nafsu makan
  • Konsentrasi/perhatian berkurang
  • Ide untuk bunuh diri

Faktor sosial dan ekonomi yang menyebabkan depresi pada perempuan

Ada faktor sosial dan ekonomi seperti kekerasan, pendidikan, dan pendapatan yang turut menjadi penyebab tingginya kasus depresi pada perempuan. Misalnya, hasil penelitian berikut ini.

Penelitian terbaru dari University of Liverpool dan University College London menemukan bahwa 1 dari 4 anak perempuan mengalami depresi pada usia 14 tahun.

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis pada 10.000 anak yang lahir pada tahun 2000-2001 dalam Millennium Cohort Study. Ternyata, faktor pendapatan keluarga sangat menentukan depresi seorang anak perempuan pada usia 14 tahun. Anak dari keluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi lebih jarang mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan depresi.

Bukti ini mengungakpkan bahwa masalah kesehatan mental pada perempuan meningkat dengan sangat tajam seiring mereka memasuki fase remaja..,” ungkap Dr Praveetha Patalay dari University of Liverpool’s Institute of Psychology Health and Society

Selain itu, faktor biologis juga berperan dalam depresi pada perempuan

Berikut ini adalah beberapa faktor biologis yang berkaitan dengan peristiwa depresi pada perempuan.

  • Perbedaan hormonal. Menurut Paul R. Albert, PhD dari Department of Neuroscience, University of Ottawa, Canada, perempuan mengalami depresi yang berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti ketika menjelang menstruasi, setelah melahirkan, dan saat menopause. Semua ini berkaitan dengan hormon di ovarium, walaupun mekanismenya belum jelas diketahui.
  • Dalam hubungan personal, perempuan lebih banyak terlibat secara emosional dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini didukung dengan penelitian pada anak kembar dalam American Journal of Psychiatry yang menemukan bahwa ternyata perempuan lebih sensitif pada hubungan personal, sementara laki-laki lebih menunjukkan sensitivitasnya pada faktor eksternal, seperti karir dan tujuan.
  • Perempuan punya usia harapan hidup lebih lama dibandingkan dengan laki-laki. Lanjut usia (lansia) punya risiko yang lebih tinggi buat mengalami kesepian, murung, dan kesehatan fisik yang menurun. Semua itu sangat berkaitan dengan kejadian depresi.
  • Perempuan biasanya lebih jarang melakukan konsultasi dengan psikolog atau petugas kesehatan ketika mengalami gejala-gejala depresi dibandingkan dengan laki-laki, sehingga kejadian depresi jarang diketahui.

Lalu menurut kamu, apa yang harus dilakukan buat mencegah depresi pada perempuan? Tulis jawabanmu di kolom komentar ya!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *