Kenalan Lebih Dekat dengan Body Dysmorphic Disorder

Hai, Sahabat Sehat, Faktor fisik merupakan hal yang paling diperhatikan pada masa remaja dimana ingin menarik lawan jenis dan menujukkan penampilan yang sesempurna mungkin untuk membentuk identitas diri. Tanpa sadar kamu terkadang terlalu berlebihan dalam menilai diri sendri dan menggambarkan kondisi fisik yang sempurna, dan tanpa sadar sebenarnya kamu mungkin mengalami BDD. Apa itu BDD? Dari pada penasaran langsung aja, check this out!

mengenal Body Dysmorphic Disorder
Foto: Unsplash.com

Apa itu BDD?

Istilah Body Dysmorphic Disorder atau bisa disingkat BDD merupakan kondisi ketika seseorang merasa ngga puas dengan tubuhnya dan merasa ada bagian dirinya yang ngga sempurna, sehingga membuatnya selalu merasa bersalah dan tertekan. Seseorang dengan BDD akan melebih-lebihkan kecantikan wajah dan daya tarik orang lain, namun merendahkan penampilannya dirinya sendiri.

Gejala saat mengalami BDD

Beberapa tanda yang sering muncul pada orang dengan BDD, yaitu merasakan atau berpikir bahwa tubunya ngga sempurna, ngga menarik dan menganggap ada bagian yang sangat mengganggu penampilannya.

Orang tersebut mungkin memiliki cacat atau perbedaan fisik yang kecil, bahkan terkadang orang lain ngga menyadarinya, namun kondisi itu menyebabkan penderitaan secara klinis dan gangguan fungsional.  Biasanya orang dengan BDD akan disibukkan memikirkan bagian tubuhnya berulang kali dan paling sering yaitu kulit, rambut dan hidung. Orang dengan BDD akan terobsesi dengan kekurangan yang dimilikinya, bahkan memikirkannya terlalu berlebihan.

Remaja laki-laki lebih khawatir dibanding perempuan?

Sahabat Sehat, ternyata BDD ini lebih banyak dialami oleh remaja laki-laki, loh! Laki-laki memiliki kekhawatiran lebih beasar tentang bentuk badan dibandingkan perempuan. Ini dikarenakan laki-laki memiliki aspirasi yang jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan perempuan mengenai kelangsingan, misalnya memiliki kecenderunagn membentuk otot saat mengubah tubuh yang diinginkan.

mengenal Body Dysmorphic Disorder
Foto: Unsplash.com

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 59% remaja laki-laki mengingkan tubuh maskulinitas dan tubuh berisi padahal hanya 25% yang benar-benar kurus. Tren ideal untuk laki-laki di Indonesia yang sering digunakan, yaitu laki-laki dikatakan menarik dan ideal jika memiliki tubuh atletis proposional. Bahkan beberapa orang yang sudah memiliki indeks massa tubuh ideal masih sering khawatir dengan kondisi tubuhnya.

Dampak buruk BDD

Rasa obsesi dengan kekurangan yang dirasakan bisa mengganggu keseharian orang tersebut dalam berpikir secara jernih dan dalam menilai kondisi tubuhnya sendiri. Seseorang dengan BDD mengalami kecenderungan untuk mengalami gejala obsesif-kompulsif yang memerlukan terapi untuk mengendalikan perilakunya, karena bisa mempengaruhi kehidupan sosialnya.

Beberapa penelitian menujukkan orang dengan BDD rata-rata ngga masuk kerja 1 minggu perbulan dan mengalami depresi berat yang mempengaruhi 30-90% timbulnya kecemasan. Memiliki rasa atau keinganan untuk bunuh diri, bahakan ada penelitian yang menyebutkan tingkat kematian seseorang dengan BDD karena bunuh diri 45 kali lebih besar dibandingkan orang tanpa BDD.

Memahami citra tubuh yang tepat menjadi cara untuk mencegah dan mengendalikan BDD. Pahami tentang persepsi, pikiran, dan perasaan terhadap tubuh baik secara positif dan negatif dengan bijak. Nah, yang paling utama, usahakan selalu beryukur atas apa yang telah Tuhan berikan untuk kamu. Semoga informasi ini bermanfaat, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/2a2e1a62526c1fc05e32f0bd9e8687e4.pdf.  Diakses Pada 21 Desember 2021

Prevalence of Body Dysmorphic Disorder and Muscle Dysmorphia Among Entry-Level Military Personnel. https://academic.oup.com/milmed/article/181/5/494/4158268?login=true. Diakses Pada 21 Desember 2021

Assessment and Differential Diagnosis of Body Dysmorphic Disorder. https://journals.healio.com/doi/full/10.3928/00485713-20100701-04. Diakses Pada 21 Desember 2021

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.