Kenali Lebih Jauh Kepribadian Ganda

Teman Sehat, kamu pernah ngga nonton film berjudul Split di tahun 2017, kemarin? Film garapan sutradara M. Night Shyamalan ini, bercerita tentang seorang pria yang memiliki 23 kepribadian dalam dirinya.

Split tentu bukan satu-satunya film dengan tema kepribadian ganda yang pernah ada, sebelumnya juga ada Sybil (2007), Identity (2003), dan masih banyak lagi. Meskipun ngga banyak yang menyadari, ternyata kondisi psikologis ini mungkin aja terjadi di sekitar kamu, loh! Mau tau kenapa seseorang bisa memiliki kepribadian ganda? Let’s check it out!

Apa sih, kepribadian ganda?

Kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID)—dulu dikenal dengan Multiple Personality Disorder (MPD)— yaitu suatu kondisi psikologis ketika seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya. Kondisi ini merupakan bentuk kegagalan seseorang, saat menghubungkan berbagai aspek, seperti identitas, ingatan, dan perasaan dalam dirinya sehingga terjadi depersonalisasi (keadaan atau perasaan kehilangan kepemilikan atas identitas diri).

Jadi, orang yang memiliki kepribadian ganda atau penderita DID, bisa kehilangan ingatan dan identitas diri utamanya. Bahkan bisa menjelma menjadi karakter yang berbeda, baik dari pengetahuan, cara bersikap, sudut pandang, usia, bahkan jenis kelamin.

Apa aja sih, gejalanya?

Penderita DID, biasanya mengalami gejala halusinasi, seperti mendengar suara-suara yang mengganggu sehingga bisa memengaruhi pemikirannya. Selain itu juga bisa mengalami gangguan emosi mendadak yang ngga bisa dikontrol, pada sikap dan perilaku. Biasanya, keadaan ini terjadi tanpa disadari oleh penderita DID.

Contohnya, penderita bisa tiba-tiba menyadari udah melakukan perjalanan ke suatu tempat atau melakukan suatu hal, tapi mereka ngga ingat alasan melakukanya. Gejala lainnya, yang biusa dialami yaitu gangguan tidur, gangguan makan, depresi, dan kecemasan yang berlebihan.

Perubahan yang terjadi, ]bisa berakibat pada menurunnya kualitas hidup penderita, baik dalam hal pekerjaan maupun hubungan sosial. Ngga jarang kalau masyarakat yang belum memahami kondisi DID, menganggap bahwa penderitanya mengalami kesurupan atau gangguan jiwa. Hal ini tentu sangat mengganggu, bahkan banyak di antara penderita DID yang mengalami stres hingga mencoba bunuh diri.

Kenapa ya, seseorang bisa memiliki kepribadian ganda?

Umumnya, hal ini bisa terjadi, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu nya, yaitu trauma berat yang dialami penderita pada masa lalu dan berlangsung lama, baik akibat pelecehan fisik, seksual, maupun emosional. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Gast di Journal of Nervous and Mental Disease tahun 2001 bahwa prevalensi tertinggi gangguan disosiasi terjadi pada partisipan yang mengalami trauma masa kecil.

Gimana ya, cara menanganinya?

Biasanya penanganan buat penderita DID bukan bertujuan untuk penyembuhan, tapi untuk menata kembali kepribadian yang berbeda supaya bisa dikendalikan. Penanganannya bersifat jangka panjang, baik berupa psikoterapi, terapi kognitif, maupun terapi seni.

Selain pemberian terapi, biasanya penderita DID diberikan obat untuk mengendalikan gejala kesehatan mental, seperti obat penenang, obat antidepresan, dan/atau obat anti kecemasan. Segala penanganan ini tentunya harus dibarengi dengan dukungan dari keluarga dan orang terdekat agar penderita DID dapat menjalankan kehidupan dengan lebih baik.

Nah, sekarang Teman Sehat udah lebih tau kan tentang kondisi kepribadian ganda? Udah saatnya kamu lebih peduli dengan kesehatan mental, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang sekitar. Bukan hanya kesehatan jasmani yang perlu dijaga, kesehatan rohani termasuk kesehatan mental juga peting, loh! Kurangi stress dengan melakukan hal yang kamu sukai disela-sela kesibukan kamu, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *