Keracunan Makanan? Segera Lakukan Hal Ini

Keracunan makanan, pengalaman tidak menyenangkan ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Penyebabnya bisa karena mengonsumsi makanan yang mengandung atau terkontaminasi bakteri, virus, maupun racun. Kondisi ini biasanya disertai gejala, seperti mual, muntah, sakit atau kram perut, serta demam.

Foto: Freepik

Sebenarnya, tubuh memiliki kemampuan alami untuk mengatasi keracunan. Namun, ada beberapa hal yang bisa Sahabat Sehat lakukan agar proses penyembuhan alami ini bisa berjalan dengan lancar dan cepat. Berikut ini tipsnya!

Minum untuk Ganti Cairan

Saat muntah atau diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Ini akan menyebabkan kamu merasa lemas dan dehidrasi. Oleh karena itu, Sahabat Sehat perlu minum untuk mengganti cairan yang hilang tersebut. Minumlah air putih, kuah kaldu, air kelapa, atau larutan oralit yang bisa kamu buat sendiri atau dibeli di apotek. Sebaiknya, minum sedikit-sedikit tapi sering, daripada langsung banyak sekaligus untuk menghindari mual. Selain itu, hindari minuman yang terlalu manis atau mengandung kafein karena bisa memperparah diare.

Foto: Freepik

Istirahat dan Makan dengan Bijak

Saat gejala akut seperti muntah sedang terjadi, tubuh membutuhkan energi untuk kembali pulih. Memaksakan makan justru dapat memperberat kerja sistem pencernaan yang sedang meradang. Hindari makanan padat selama beberapa jam setelah muntah atau diare berhenti. Fokuskan hanya pada minuman hingga mual mereda. Ketika nafsu makan kembali, mulai dengan makanan yang lunak dan mudah dicerna, seperti bubur, pisang, atau nasi putih. Hindari makanan pedas, berlemak, atau bersantan untuk sementara waktu.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski akan membaik dengan sendirinya, diare dan mual biasanya tidak berlangsung selama lebih dari 2 hari. Segera cari pertolongan medis jika gejala keracunan berlangsung lebih dari 3 hari, Selain itu waspadai tanda-tanda, seperti mengalami dehidrasi parah (misalnya mulut kering, sangat lemas, atau tidak buang air kecil lebih dari 8 jam), demam tinggi, atau ada darah dalam muntahan atau tinja. Penanganan medis sebaiknya juga segera dilakukan bila keracunan terjadi pada anak kecil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Sahabat Sehat, itulah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan saat mengalami keracunan makanan. Tetap waspadai gejalanya dan jangan ragu untuk segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat bila kondisi tidak kunjung membaik. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Referensi

CDC. Food Safety: Symptoms of Food Poisoning
https://www.cdc.gov/food-safety/signs-symptoms/
Diakses pada 25 Agustus 2025

Stephanie Watson. 2024. Food Poisoning: Signs, Symptoms, and Treatment
https://www.webmd.com/digestive-disorders/remedies-for-food-poisoning
Diakses pada 25 Agustus 2025

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Treatment for Food Poisoning
https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/food-poisoning
Diakses pada 25 Agustus 2025

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.