Saat berada di Mekkah, Jemaah haji Indonesia yang sedang mengalami batuk diberikan oralit oleh tenaga kesehatan. Oralit biasanya diketahui hanya diberikan ketika mengalami diare untuk menambah cairan supaya tidak lemas. Tapi, apakah larutan ini juga bermanfaat untuk mengatasi batuk? Lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!

Sekilas tentang oralit
Oralit atau oral rehydration solutions (ORS) sudah diperkenalkan sejak tahun 1960an yang merupakan penanganan pertama yang dapat dipilih saat mengalami kehilangan cairan akibat diare akut. Oralit terisi dari larutan elektrolit glukosa iso-osmolar dengan basa dan sitrat yang diberikan untuk mengatasi dehidrasi dan asidosis metabolik. Atau yang lebih sederhananya lagi adalah campuran dari garam dan gula. Menurut UNICEF, sebanyak 33% penggunaan oralit di negara berkembang pada tahun 2009. Maka jumlah orang yang alami diare juga kemungkinan meningkat.
Batuk dan suhu panas
Penyebab batuk tidak hanya disebabkan oleh infeksi, debu, pemicu alergi atau polusi. Batuk juga dapat dipicu karena suhu panas, karena suhu panas menyebabkan udara menjadi kering. Kondisi ini dapat memicu iritasi dan saluran napas akan mengeluarkan perlindungan. Perlindungan itu terdiri dari cairan kental (gel layer) dan cairan bening (sol layer) yang mudah menguap dan kering, sehingga jadi lengket dan menyebabkan batuk. Nah, ciran elektrolit, seperti oralit, bisa membantu mengencerkan dan mengembalikan lapisan tersebut.
Manfaat oralit untuk atasi batuk
Oralit mengandung garam dan air garam dapat bermanfaat untuk mengurangi penumpukan lendir atau dahak di tenggorokan secara efektif. Selain itu, juga membantu proses pemulihan dengan membunuh bakteri di mulut dan tenggorokan. Kamu dapat berkumur dengan air garam atau oralit yang diminum. Harus lebih dari satu kali minum oralit untuk tetap tidak kering dan mengembalikan sol layer atau cairan bening yang mudah menguap dalam sistem pernapasan.

Jika ingin berkumur dengan larutan garam untuk meredakan batuk, kamu dapat menambah setengah sendok garam beryodium ke setengah gelas air hangat. Kemudian, berkumurlah sebanyak 3-4 kali dalam sehari menguunakan larutan tersebut.
Nah, itulah Sahabat Sehat tentang oralit yang bisa diminum ketika batuk. Tapi, oralit hanya untuk mengurangi lendir atau dahak di tenggorokan, bukan untuk menyembuhkan sepenuhnya. Masih diperlukan obat agar dapat sembuh dari batuk.

