
Sahabat Sehat, bukan rahasia lagi jika memasak sendiri bisa digunakan sebagai salah satu cara menghemat dan memantau asupan harian. Namun, tahukah kamu bahwa memasak juga bermanfaat sebagai terapi untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental? Yuk, kenalan dengan cooking therapy.
Apa itu Cooking Therapy?
Cooking Therapy (culinary therapy) didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai “teknik terapi yang menggunakan seni, memasak, keahlian memasak, dan hubungan pribadi, budaya, dan keluarga individu dengan makanan untuk mengatasi masalah emosional dan psikologis.” Memasak dan baking sebagai bentuk penghilang stres telah direkomendasikan bagi pengidap berbagai kondisi kesehatan, termasuk depresi, kecemasan, stres kronis, gangguan makan, ADHD, dan kecanduan.
Hubungan Memasak dan Kesehatan Mental
Berdasarkan sistematik review dalam Health Education Behavior, memasak dan baking membantu mengurangi gejala kecemasan dan meningkatkan suasana hati. Dimana peningkatan suasana hati termasuk dengan memberi individu sense of control, kepuasan terhadap pencapaian, dan rasa tanggungjawab. Selain itu, cooking therapy dalam grup memberi pengaruh positif pada sosialisasi, kepercayaan diri dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Meningkatkan Mood dan Kesehatan Mental
Cooking therapy dapat memengaruhi mood dan kesehatan mental dengan berbagai cara. Memasak membutuhkan konsentrasi, sehingga dapat bertindak sebagai pengalih perhatian (distraction) dan mengistirahatkan otak dari berbagai macam pikiran mengganggu. Bisa juga sebagai sarana meditasi dan hiburan pasca memasak, hidangan adalah reward atas usaha yang dilakukan. Cooking therapy membangkitkan indra, karena mengharuskan kamu untuk konsentrasi penuh saat memasak. Juga mendorong individu untuk mempelajari keterampilan baru dan memperluas basis pengetahuan.
Bagi pecandu narkoba dan penderita penyakit berat seperti kanker, cooking therapy bisa membantu meningkatkan kualitas hidup. Membantu mengurangi rasa cemas, tertekan atau kewalahan, karena memasak memberi rasa pencapaian, kepuasan dan memberikan kesenangan. Manfaat lainnya berupa dorongan untuk mengapresiasi diri dan kerja yang dilakukan.

Tips Memulai Cooking Therapy
Sahabat Sehat, setelah mengetahui manfaat memasak bagi peningkatan kesehatan mental, mungkin kamu masih bingung harus mulai dari mana. Berikut beberapa opsi yang bisa kamu lakukan.
Pertama, renungkan makanan favorit kamu. Mungkin kamu menyukai makanan dinilai sulit untuk dibuat sendiri seperti sushi atau filet mignon. Kamu bisa menjadikannya sebagai acuan rasa yang kamu suka untuk memulai petualangan memasak. Misalnya, mencoba memanggang kue di oven atau mengkreasikan burger daging sederhana sebagai tahap awal coba-coba.
Kedua, mengikuti kelas memasak. Mendapatkan arahan secara professional dapat membantu kamu menikmati pengalaman memasak yang lebih berkesan. Kamu juga akan mendapat teman baru di kelas memasak. Kamu juga bisa mengajak para sohib untuk gabung loh!
Ketiga, dengan memanfaatkan circle sekitar kamu, misalnya meminta sahabat atau ibumu untuk memberi tip dan trik memasak. Cara ini dapat meningkatkan interaksi sosial dan juga mendekatkan diri dengan orang terdekat.
Nah, Sahabat Sehat sekarang tambah tahu kan bahwa memasak tak hanya berhubungan dengan zat gizi dan penghematan bulanan. Sudahkah kamu merasakan manfaatnya dari sisi kesehatan mental dan peningkatan mood?
Referensi :
Farmer, N, Touchton-Leonard, K, Roos, A. 2018. Psychosocial Benefits of Cooking Interventions: A Systematic Review. Health Educ Behav. 45(2): 167–180. doi:10.1177/1090198117736352.
Heyl, CH. 2022. Mental Health Benefits of Cooking Your Own Meals. https://www.verywellmind.com/mental-health-benefits-of-cooking-your-own-food-5248624. Diakses 17 Agustus 2022.
Levy, J. 2020. Fact Checked Cooking Therapy Benefits for Stress + Mental Health https://draxe.com/health/cooking-therapy/. Diakses 17 Agustus 2022.
Williams, N. 2022. Mental Health and Cooking. https://www.news-medical.net/health/Mental-Health-and-Cooking.aspx. Diakses 17 Agustus 2022.

