Hai Sahabat Sehat! Pernahkah kamu merasa ngga nyaman ketika bertemu dengan seseorang? Bisa jadi, kamu sedang mengalami kecemasan sosial. Kecemasan sosial adalah kondisi ketika seseorang memiliki rasa takut dan sangat berhati-hati ketika bertemu dengan orang lain.
Selain itu, kecemasan sosial juga dapat diartikan sebagai perasaan ngga nyaman ketika bertemu dengan seseorang disertai rasa malu, kekakuan, khawatir mendapat penilaian negatif dan kecenderungan untuk menghindari interaksi. Adapun hal yang menjadi penyebab seseorang mengalami kecemasan soasial sebagai berikut.

Evaluasi Diri
Evaluasi diri disini maksudnya, seseorang yang mengalami kecemasan sosial sering kali membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Rasa ngga percaya diri timbul ketika melihat orang lain yang lebih dari pada dirinya. Jika mengalami kondisi seperti ini, perlu adanya sesi merenung, belajar bersyukur bahwa setiap manusia memiliki value-nya masing-masing.
Genetika
Berbicara dengan suara yang keras, cara berpikir, perilaku dan perasaan secara tidak langsung adalah suatu hal yang diwariskan dari orang tua. Sifat genetik ini ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang berpengaruh terhadap mental seseorang sehingga dapat memicu terjadinya kecemasan sosial.
Harga Diri
Individu yang merasa dirinya sangat rendah, tidak bisa menerima dirinya sendiri kemungkinan mengalami kecemasan sosial dibandingkan orang yang memiliki harga diri tinggi. Harga diri memiliki hubungan yang tinggi dengan terjadinya kecemasan sosial. Mengangkat kepala, berdamai dengan diri sendiri dan bangga atas apa yang dimiliki sekarang adalah suatu hal yang harus terus dijaga. Oleh karena itu, seni belajar menerima diri adalah hal yang wajib dipelajari.

Kemampuan Sosial
Kemampuan sosial adalah kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana seorang individu bisa menerima dan diterima oleh orang lain. Banyak sekali remaja yang merasa ngga bisa berteman dengan banyak jenis orang. Merasa ngga punya circle pertemanan. Bisa jadi itu karena dirinya sendiri yang menarik diri. Adapun alasan seseorang untuk tidak melakukan proses belajar keterampilan sosial karena dengan melakukan interaksi sosial dianggap kurang menguntungkan.
Pengalaman Masa Lalu
Ngga bisa dipungkiri, pengalaman seseorang pada masa lalu turut berperan membentuk individu. Pengalaman masa lalu seseorang yang menyakitkan dapat memengaruhi respon seseorang dengan lingkungannya. Seperti contoh, ketika seseorang mengalami penganiayaan di masa kanak-kanak, ia akan cenderung menutup diri dan mengalami kecemasan sosial.
Sahabat Sehat, mempelajari keterampilan sosial sangat penting. Terkadang apa yang kamu pikirkan hanyalah tembok yang membatasi diri untuk berinteraksi sosial. Kenali diri, menerima dan berdamai dengan diri sendiri adalah modal yang perlu dimiliki oleh setiap individu.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
