Yuk, Mengenal Helicopter Parenting!

Teman Sehat, kasih sayang orang tua memang ngga ada duanya. Orang tua akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan sang buah hati. Peran orang tua akan selalu ada dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak. Besar dan pentingnya peranan sebagai orang tua ini, tentunya memotivasi kita untuk belajar banyak hal tentang parenting atau pola asuh.

Tiap-tiap orang punya tipe pengasuhan yang berbeda. Ada yang sedikit cuek dan ada yang ekstra perhatian pada anaknya. Pola asuh yang memberikan ekstra perhatian ini disebut dengan helicopter parenting.  Nah, seperti apa sih pola asuh ini?

Seperti apa helicopter parenting?

Tipe pola asuh ini menitikberatkan pada peran orangtuayang melibatkan diri secara intens pada kehidupan anaknya, seperti mengarahkan keinginan orangtua dan selalu terlibat dalam masalah anak. Sang buah hati ngga akan dibiarkan memecahkan masalahnya sendiri, merasakan kecewa, sedih, sakit, ataupun terluka. Jika merasa menerapkan pola asuh seperti ini, maka kamu telah melakukan helicopter parenting.

Penyebab terjadinya helicopter parenting

Sangat wajar kalau orang tua menginginkan anaknya hidup dengan mudah dan bahagia. Melihat anaknya kesulitan sedikit aja, orang tua akan segera menolong anaknya. Inilah insting yang ada pada setiap orang tua.

Menurut sebuah studi, diketahui helicopter parenting disebabkan oleh sifat perfeksionis dari orang tua. Mereka melihat kesuksesan anak sebagai harga dirinya. Oleh karena itu, mereka memberikan perhatian berlebihan untuk mendukung anaknya menjadi sukses dan terlihat baik.

Kecemasan juga bisa menimbulkan pola asuh ini loh! Orang tua yang cemasan akan mudah khawatir anaknya mengalami hal yang buruk, terutama orang tua yang memiliki penyesalan di masa lalu. Dengan begitu, mereka ngga mau kesalahan itu terulang pada anaknya. Sehingga mereka memberikan ekstra perhatian untuk mencegah anaknya mengalami hal buruk.

Dampak buruk bagi anak

Segala sesuatu yang berlebihan itu memang ngga baik. Termasuk perhatian berlebihan orang tua kepada anaknya. Ternyata, dampak buruk pola asuh ini bisa dirasakan sejak anak masih kecil hingga dewasa. Helicopter parenting bisa memberikan stres pada anak, menimbulkan sifat narsisme, sulit mengendalikan emosi, mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah, menjadi pemberontak, dan ada juga yang apatis. Pola asuh ini juga membuat anak terlalu bergantung kepada orang tua sehingga ia kesulitan bersosialisasi dengan orang lain, termasuk saat bersekolah.

Adakah manfaatnya?

Bagi buah hati, helicopter parenting memang ngga memberikan manfaat. Tapi, pola asuh ini baik bagi orang tua. Mereka akan merasa bahagia karena dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dengan begitu, mereka akan menikmati proses  mengasuh anak, dan ngga menganggapnya sebagai beban.

Cegah helicopter parenting

Inti dari mencegah pola asuh ini adalah dengan membatasi keinginan kita terhadap anak. Bebaskan anak menentukan hobi dan cita-citanya. Kurangnya kontrol bukan berarti kamu mengurangi keterlibatan dan kasih sayang. Meskipun sudah beranjak dewasa, anak tetap membutuhkan dukungan dari orang tua.

Biarkan mereka belajar sesuai dengan usianya untuk memecahkan masalahnya sendiri terlebih dahulu. Orang tua bisa berperan sebagai tempat bertanya dan supporter bagi anak-anaknya. Kasih sayang orang tua bisa ditunjukkan dengan menyediakan waktu untuk berbicara dan menghabiskan waktu bersama sang buah hati. Bukan dengan memanjakan dan ngga membiarkan anak untuk belajar mandiri, ya Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.