Begini Cara Menyimpan Daging Kurban

Sahabat Sehat, Hari Raya Idul Adha menjadi momen spesial yang dirayakan dengan melakukan pemotongan hewan kurban. Daging hasil pemotongan tersebut biasanya akan dibagikan kepada penduduk sekitar untuk dinikmati bersama. Mungkin beberapa dari kamu ada yang ngga langsung mengolah daging kurban tersebut dan ingin menyimpannya untuk dikonsumsi di kemudian hari. Nah, berikut cara yang bisa dilakukan supaya daging kurban lebih awet!

cara menyimpan daging kurban
Foto: Freepik.com

1. Ngga perlu dicuci

Ternyata mencuci daging bisa menurunkan kualitas daging, loh. Ini dikarenakan mioglobin yang ada pada daging akan larut terbawa air saat dicuci, sehingga warna, rasa dan teksturnya berubah. Selain itu bukannya membuat daging jadi bersih, mencuci dengan air justru meningkatkan risiko menyebarnya mikroba pada seluruh permukaan daging dan alat-alat yang digunakan. Jika ada kotoran yang menempel, sebaiknya cukup bersihkan dengan tisu atau kain bersih.

Tapi ngga perlu khawatir, mikroba patogen akan hilang saat kamu memasak daging dengan suhu minimal 145°F atau sekitar 65°C. Jangan lupa pastikan kamu mencuci tangan dan peralatan dapur sebelum dan sesudah mengolah daging.

2. Letakkan pada wadah tertutup

Simpanlah daging dalam wadah tertutup rapat atau kamu juga bisa membungkusnya dalam plastik food grade yang ngga gampang sobek atau bocor. Pengemasan ini dilakukan untuk menjaga daging dari kontaminasi mikroba serta penurunan kualitas fisik dan kandungan zat gizi selama penyimpanan.

Kelompokkan daging dalam jumlah kecil atau berdasarkan porsi akan dimasak. Dengan begitu kamu ngga perlu membuka-tutup kemasan daging yang belum akan diolah. Hindari juga mencampur wadah daging dengan bahan lainnya.

3. Simpan dalam suhu dingin

Meskipun sudah diletakkan dalam wadah tertutup bahkan yang kedap udara, daging ngga bisa bertahan lama jika disimpan pada suhu ruang. Sangat disarankan untuk menyimpan daging dalam lemari pendingin (40° F/ 4° C) atau dalam keadaan beku (0° F /-18° C).

Daging segar, bisa bertahan 3-5 hari dalam lemari pendingin dan mampu bertahan 6-12 bulan jika dibekukan. Sedangkan untuk jeroan seperti hati, jantung, usus, dan lidah hanya bisa bertahan 1-2 hari dalam lemari pendingin dan 3-4 bulan bila dibekukan. Perhatiakan juga suhu selama penyimpanan supaya tetap stabil karena ini juga mempengaruhi kualitas dan lamanya masa simpan daging.

cara menyimpan daging kurban
Foto: Freepik.com

4. Lakukan thawing sebelum diolah

Thawing merupakan proses penyegaran kembali bahan yang sudah dibekukan supaya bisa diolah. Pada tahap ini kristal es yang terbentuk selama proses pembekuan akan kembali menjadi cair seiring dengan naiknya suhu.

Jika kamu menyimpan daging dalam freezer, sebaiknya pindahkan daging ke tempat bersuhu dingin (5°C) terlebih dahulu sebelum diolah. Biarkan es pada daging mencair dengan perlahan hingga tekstur daging kembali empuk, biasanya proses ini memerlukan waktu 24 jam untuk potongan daging berukuran kecil.

Proses thawing pada suhu dingin dilakukan untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba, karena saat proses ini berlangsung mikroba yang tadinya ngga aktif pada suhu beku akan mulai aktif kembali. Perubahan suhu yang terlalu mendadak juga bisa membuat tekstur daging menjadi rusak.

5. Sisa daging yang sudah diolah

Jika ada sisa daging yang sudah dimasak, kamu bisa membungkusnya kembali dalam wadah tertutup dan simpan dalam lemari pendingin. Sebaiknya hindari menyimpannya lebih dari 2 hari dan jangan lupa untuk dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi.

Sahabat Sehat, itulah cara menyimpan daging kurban supaya lebih awet. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Referensi

Foods That Can Cause Food Poisoning
https://www.cdc.gov/foodsafety/foods-linked-illness.html
Diakses pada 20 Juli 2021

Washing Food: Does it Promote Food Safety?
https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/food-safety-basics/washing-food-does-it-promote-food
Diakses pada 20 Juli 2021

Refrigerator & Freezer Storage Chart
https://www.fda.gov/media/74435/download
Diakses pada 20 Juli 2021

Cold preservation of meat products
http://www.fao.org/3/T0098E/T0098E02.htm
Diakses pada 20 Juli 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.