Sahabat Sehat, Hari Raya Idul Adha menjadi momen spesial yang dirayakan dengan melakukan pemotongan hewan kurban. Daging hasil pemotongan tersebut biasanya akan dibagikan kepada penduduk sekitar untuk dinikmati bersama. Mungkin beberapa dari kamu ada yang ngga langsung mengolah daging kurban tersebut dan ingin menyimpannya untuk dikonsumsi di kemudian hari. Nah, berikut cara yang bisa dilakukan supaya daging kurban lebih awet!

1. Ngga perlu dicuci
Ternyata mencuci daging bisa menurunkan kualitas daging, loh. Ini dikarenakan mioglobin yang ada pada daging akan larut terbawa air saat dicuci, sehingga warna, rasa dan teksturnya berubah. Selain itu bukannya membuat daging jadi bersih, mencuci dengan air justru meningkatkan risiko menyebarnya mikroba pada seluruh permukaan daging dan alat-alat yang digunakan. Jika ada kotoran yang menempel, sebaiknya cukup bersihkan dengan tisu atau kain bersih.
Tapi ngga perlu khawatir, mikroba patogen akan hilang saat kamu memasak daging dengan suhu minimal 145°F atau sekitar 65°C. Jangan lupa pastikan kamu mencuci tangan dan peralatan dapur sebelum dan sesudah mengolah daging.
2. Letakkan pada wadah tertutup
Simpanlah daging dalam wadah tertutup rapat atau kamu juga bisa membungkusnya dalam plastik food grade yang ngga gampang sobek atau bocor. Pengemasan ini dilakukan untuk menjaga daging dari kontaminasi mikroba serta penurunan kualitas fisik dan kandungan zat gizi selama penyimpanan.
Kelompokkan daging dalam jumlah kecil atau berdasarkan porsi akan dimasak. Dengan begitu kamu ngga perlu membuka-tutup kemasan daging yang belum akan diolah. Hindari juga mencampur wadah daging dengan bahan lainnya.
3. Simpan dalam suhu dingin
Meskipun sudah diletakkan dalam wadah tertutup bahkan yang kedap udara, daging ngga bisa bertahan lama jika disimpan pada suhu ruang. Sangat disarankan untuk menyimpan daging dalam lemari pendingin (40° F/ 4° C) atau dalam keadaan beku (0° F /-18° C).
Daging segar, bisa bertahan 3-5 hari dalam lemari pendingin dan mampu bertahan 6-12 bulan jika dibekukan. Sedangkan untuk jeroan seperti hati, jantung, usus, dan lidah hanya bisa bertahan 1-2 hari dalam lemari pendingin dan 3-4 bulan bila dibekukan. Perhatiakan juga suhu selama penyimpanan supaya tetap stabil karena ini juga mempengaruhi kualitas dan lamanya masa simpan daging.

4. Lakukan thawing sebelum diolah
Thawing merupakan proses penyegaran kembali bahan yang sudah dibekukan supaya bisa diolah. Pada tahap ini kristal es yang terbentuk selama proses pembekuan akan kembali menjadi cair seiring dengan naiknya suhu.
Jika kamu menyimpan daging dalam freezer, sebaiknya pindahkan daging ke tempat bersuhu dingin (5°C) terlebih dahulu sebelum diolah. Biarkan es pada daging mencair dengan perlahan hingga tekstur daging kembali empuk, biasanya proses ini memerlukan waktu 24 jam untuk potongan daging berukuran kecil.
Proses thawing pada suhu dingin dilakukan untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba, karena saat proses ini berlangsung mikroba yang tadinya ngga aktif pada suhu beku akan mulai aktif kembali. Perubahan suhu yang terlalu mendadak juga bisa membuat tekstur daging menjadi rusak.
5. Sisa daging yang sudah diolah
Jika ada sisa daging yang sudah dimasak, kamu bisa membungkusnya kembali dalam wadah tertutup dan simpan dalam lemari pendingin. Sebaiknya hindari menyimpannya lebih dari 2 hari dan jangan lupa untuk dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi.
Sahabat Sehat, itulah cara menyimpan daging kurban supaya lebih awet. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!


Wah jadi tau gimana cara simpen daging kurban supaya lebih tahan lama, thankyou ka zafira
Wahh menarik nih infonya
Wah keren infonya ni, makasi ka
Bermanfaat sekali. trims kak Zafira
Terimakasih kaa
Maak info baru