Tahukah Sahabat Sehat bahwa arang aktif alias activated charcoal banyak dijumpai sebagai bahan dasar pada sediaan makanan atau minuman. Mulai kopi, roti burger, pizza, hingga tortilla yang hadir dengan ciri khas berwarna hitam pekat.
Kabarnya, arang aktif menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti menjadikan kulit bercahaya dan membuang racun dari dalam tubuh. Lantas, apakah arang aktif aman untuk dikonsumsi?

Apa itu arang aktif?
Arang aktif yang digunakan dalam produk makanan dan minuman tentulah berbeda dengan jenis arang untuk memanggang. Activated charcoal merupakan bahan berbentuk padat yang memiliki pori, dihasilkan dari tempurung kelapa sawit tua, bambu, atau serbuk kayu yang telah diaktivasi guna menambah daya serapnya.
Proses aktivasi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu cara kimia dan fisika. Proses ini tentunya memanfaatkan penggunaan bahan kimia untuk pengolahan lebih lanjut supaya aman dikonsumsi.
Manfaatnya apa saja?
Arang aktif diklaim bisa memberikan manfaat yang beragam, yaitu membantu proses pembuangan racun dan zat asing yang berbahaya bagi tubuh. Kemampuan arang dalam menyerap kotoran mencapai seratus hingga dua ratus kali dari berat asalnya. Sedangkan, arang yang telah diaktivasi, memiliki daya serap hingga ribuan kali beratnya sendiri, sehingga arang aktif diklaim sebagai bahan alami untuk detoksifikasi dalam tubuh.
Oleh karena mekanismenya yang bekerja dengan mengikat diri pada racun dan menyerapnya sebelum terbawa dalam aliran darah, arang aktif memberikan hasil positif, yaitu meningkatkan konsentrasi, memangkas lemak perut, membantu mengeluarkan racun, menurunkan risiko diabetes, dan mengikat kadar kafein dalam kopi.
Nah, selain bisa digunakan dalam makanan dan minuman, arang aktif juga digunakan dalam bidang lainnya. Misalnya untuk pemurnian larutan sirup, air minum, sayuran, lemak, minyak, hingga penyerap racun pada masker. Ngga sedikit pula produk kecantikan dan kesehatan yang menggunakan arang aktif.

Benarkah bisa bantu pembuangan racun?
Jumlah arang aktif yang terkandung dalam minuman dan makanan activated charcoal terhitung sedikit. Dalam dunia kesehatan, dosis arang aktif yang biasa digunakan untuk detoksifikasi pada kasus keracunan atau overdose, yaitu lima sampai sepuluh tablet untuk sekali minum. Sedangkan pada produk minuman, paling banyak hanya mengandung satu hingga dua sendok arang aktif, sehingga klaim pembersihan racun dalam minuman ini belum optimal.
Lauren Minchen ahli gizi tersertifikasi dari New York menyebutkan bahwa sifat arang aktif yang ngga spesifik dalam menyerap senyawa tertentu ini berpotensi bisa berikatan dengan zat gizi dalam makanan dan minuman, seperti vitamin C, niasin, vitamin B6, vitamin B1, dan biotin.
Selama penggunaan arang aktif juga perlu diperhatikan bahwa zat ini bisa menyerap obat-obatan yang kamu konsumsi sehingga efek terapi ngga sepenuhnya tercapai. Jika Sahabat Sehat ingin melalukan detoksifikasi yang optimal, sebaiknya ngga bergantung pada klaim yang ditawarkan oleh makanan dan minuman yang mengandung activated charcoal, ya!
Tapi Sahabat Sehat ngga perlu khawatir, karena secara alami ginjal dalam tubuh akan membantu proses pembuangan racun yang lebih baik dibandingkan melalui arang aktif dari dalam makanan dan minuman.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

