Baby Blues dan Cara-Cara Mengatasinya

Halo Teman Sehat! Istilah baby blues pasti udah ngga asing lagi di telinga kita. Ibu-ibu yang akan melahirkan sering dihantui oleh sindrom yang satu ini. Siapa aja sih yang beresiko terkena baby blues? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak uraian yang satu ini!

Apa itu baby blues?

Baby blues adalah perasaan sedih yang umumnya terjadi antara 3-5 hari pasca melahirkan yang dirasakan oleh seorang ibu. Bahkan, baby blues bisa diperpanjang sampai 10-14 hari dan dialami oleh sekitar 50-80% wanita. Tapi, untungnya sindrom ini hanya bersifat sementara dan rata-rata dialami ibu muda yang baru pertama kali melahirkan. Nah, hal ini dikarenakan perubahan berbagai hormon dan perasaan tanggung jawab yang dialami seorang ibu.

Apa sih penyebab baby blues?

Baby blues terjadi akibat gabungan berbagai faktor, baik fisik, psikis, maupun sosial. Berikut adalah beberapa faktor utama yang bisa menyebabkan seorang ibu muda mengalami baby blues:

  • Naik turunnya berbagai hormon yang ngga menentu
  • Faktor psikologis dan kepribadian ibu
  • Riwayat depresi sebelumnya
  • Riwayat kehamilan dan persalinan dengan komplikasi
  • Persalinan sectio caesarea
  • Kehamilan yang ngga direncakanan
  • Bayi berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Ibu yang mengalami kesulitan menyusui (ASI tidak keluar)

Lalu, seperti apa gejala baby blues?

Seorang ibu yang mengalami baby blues biasanya mengalami sejumlah perubahan secara psikologis seperti sering menangis tanpa alasan, mengalami mood swings (merasa bahagia selama 1 menit dan sedih setelahnya, mudah cemas, merasa kesepian, dan cenderung menutup diri. Hal ini bisa diperparah oleh gejala lainnya seperti ngga selera makan dan mengalami gangguan tidur. Hati-hati ya Teman Sehat dengan gejala-gejala tersebut!

Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi baby blues?

Supaya terhindar atau untuk mengurangi dampak dari baby blues, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Nah, pastikan si ibu memperoleh dan menerapkan poin-poin berikut dengan baik!

  • Dukungan keluarga dan sekitar

Dukungan keluarga adalah bentuk cinta kasih yang bisa menjadi ‘obat’ untuk segala macam masalah. Keluarga, khususnya suami, dan orang-orang terdekat harus ikut mendukung ibu khususnya pada hari-hari pertama dalam menjalani peran barunya. Hal-hal sederhana seperti membantu meringankan pekerjaan rumah tangga ataupun mengasuh anak, ternyata sangat membantu dalam meringankan sindrom baby blues pada si ibu.

  • Istirahat

Banyak ibu muda yang mengalami susah tidur meskipun si bayi sudah tertidur dengan pulas. Keadaan kurang istirahat ini bisa membuat kondisi fisik maupun psikis ibu semakin memburuk, jadi pastikan istirahat yang cukup ya! Selain itu, mandi dengan air hangat, teknik-teknik relaksasi, pijat, spa atau meditasi bisa membantu meminimalisir tekanan yang dialami ibu.

  • Melakukan hal yang menyenangkan

Periode hamil hingga melahirkan merupakan masa-masa yang berat bagi seorang ibu. Nah, mulailah luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan biar tubuh menjadi rileks. Hal-hal simpel seperti berbelanja, jalan-jalan, nyalon, atau melakukan hobi bisa menjadi pilihan hal menyenangnkan.

  • Aktivitas fisik

Biarpun habis melahirkan, tapi olahraga harus tetap jalan! Aktivitas fisik bisa membantu  memproduksi hormon bahagia dalam tubuh. Lakukan aktivitas sederhana seperti jalan santai atau senam secara rutin, jangan lupa minta didampingi dengan keluarga atau teman terdekat.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *