Bunga Krisan, Si Cantik Kaya Manfaat

Hai, Sahabat Sehat! Mungkin selama ini kamu menganggap bunga hanya bisa dijadikan hiasan rumah atau pengharum saja. Padahal ada juga loh, bunga yang punya banyak manfaat bagi kesehatan, seperti bunga krisan. Berikut ini uraian singkat mengenai bunga krisan dan manfaatnya bagi kesehatan.

manfaat bunga krisan bagi kesehatan
Foto: Freepik.com

Menegenal Bunga Krisan

Krisan sebenernya sudah sangat lama dikenal di Indonesia, bunga yang memiliki ukuran 3-5 cm ini sering kali dijadikan hiasan ruangan. Tapi tahukah kamu ternyata selain keindahannya bunga krisan juga termasuk dalam tanaman obat, etnofarmakologis, dan bahan biopestisida?

Krisan dalam kuliner lebih dikenal dengan olahannya berupa teh. Selain memiliki cita rasa yang unik, bunga krisan juga terkenal memiliki aroma yang harum dan menenangkan.

Kaya Antioksidan

Teh bunga krisan ternyata cukup banyak mengandung antioksidan. Setiap seduhan krisan mengandung alkaloid, seperti glikosida dan seskuiterpen. Flavonoid termasuk cosmosin, diosmetin, kamper, kolin dan apigenin. Selain itu the bunga krisan juga mengandung vitamin A dan tiamin.

Kandungan antioksidannya yang tinggi membuat bunga krisan mampu memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan suhu tubuh, dan menjaga kesehatan kulit. Salah satu laporan Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, menyebutkan bahwa karena kandungan antioksidannya, teh bunga krisan dapat bersifat sebagai anti-inflamsi, antibakteri, antipiretik atau mampu menurunkan demam, dan antikanker.

Termasuk Tanaman Obat

Selain itu bunga krisan juga termasuk kelompok tanaman obat yang mampu membantu meringankan gejala penyakit, seperti meringankan gejala flu, batuk, nyeri perut, dan sesak napas. Juga membantu mengendalikan tekanan darah, sebagai bahan alami detoksifikasi atau membuang racun dalam tubuh, serta meningkatkan kemampuan pengelihatan. Salah satu hasil penelitian yang dimuat dalam International Journal Medical Sciences, telah membuktikan bahwa bunga krisan dapat menurunkan detak jantung pada kondisi aritmia atau saat jantung berdetak cepat, serta mengurangi kelemahan otot jantung.

cara membuat teh bunga krisan
Foto: Freepik.com

Cara Membuat Teh Bunga Krisan

Nah, untuk mendapatkan manfaatnya, biasanya bunga krisan akan diolah seperti teh sebelum dikonsumsi. Bukan hanya kaya manfaat, teh bunga krisan juga memiliki daya tarik secara visual dan cita rasa yang unik.

Cara membuat teh bunga krisan sebenarnya sangat sederhana, loh! Bunga yang telah dipetik, dicuci bersih terlebih dahulu dengan air mengalir, lalu dilakukan pelayuan dengan cara dikukus. Setelah dirasa telah layu, bunga selanjutnya dikeringkan dengan cara dijemur langsung di bawah terik matahari. Kamu juga bisa mengeringkannya dengan menggunakan oven, pada suhu 60˚C selama kurang lebih 24 jam atau sampai bunga benar-benar kering. Setelah kering, bunga krisan sudah siap untuk diseduh dengan air panas. Warna yang dihasilkan akan beragam tergantung jenis bunyga yang digunakan.

Setelah mengetahui manfaat dan cara membuatnya, tentu teh bunga krisan ini patut dicoba untuk dijadikan teman minum saat pagi atau sore hari. Jika kamu ingin membeli produk teh yang ada dipasaran, jangan lupa periksa label dan izin edarnya dulu, ya! Semoga sehat selalu, Sahabat Sehat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Pengenalan Khasiat Obat Tanaman Krisan Dan Pembuatan Teh Krisan Sebagai Minuman Kesehatan. https://scholar.archive.org/work/bfes2cb3rjhe5e6vxth3ia2qeq/access/wayback/https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/ethos/article/download/4133/pdf . Diakses Pada 12 April 2022

Pemberdayaan Pemanfaatan Limbah Tanaman Bunga Krisan Di Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. http://www.jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jdse/article/view/3493 . Diakses Pada 12 April 2022

Peningkatan Pemahaman Masyarakat Desa Cinanjung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Terhadap Pemanfaatan Tanaman Krisan Sebagai Bahan Obat Herbal Dan Pangan Sehat. https://scholar.archive.org/work/g7nudo2pszd2nmzhfnoi4hwvq4/access/wayback/https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/ethos/article/download/5039/pdf. Diakses Pada 12 April 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.