4 Jenis Teh yang Perlu Kamu Tahu!

Teman Sehat, siapa sih yang ngga suka dengan teh? Yap, aroma dan rasanya yang khas, membuat hampir semua orang menyukainya. Selain itu, minuman ini juga punya manfaat yang baik loh, buat tubuh! Seperti membuat tubuh lebih rileks dan awet muda.

Teh merupakan minuman yang terbuat dari pucuk muda daun teh yang telah melalui beberapa proses pengolahan. Berdasarkan proses pengolahannya, teh terbagi menjadi 4 jenis. Mau tau apa aja? Let’s check it out!

1. Teh putih (white tea)

Kenapa dinamakan teh putih? Karena teh jenis ini proses pembuatannya paling sederhana, sehingga ngga banyak merubah warna pada daun dan larutannya saat diseduh.

Proses pengolahannya meliputi, pemetikan, pelayuan dan pengeringan. Daun teh yang digunakan berasal dari pucuk dan dua daun dibawahnya. Oh iya, proses pelayuan yang dilakukan, berfungsi buat menurunkan kadar air dalam daun. FYI, teh jenis ini mengandung kafein (4,85%) dan zat antioksidan polifenol (21,54%) tertinggi diantara jenis lainnya.

2. Teh hijau (Green tea)

Siapa sih yang ngga tau dengan jenis teh ini? Yap, teh hijau (Green tea) merupakan teh yang diperoleh tanpa proses fermentasi, sehingga menyebabkan warna daunnya tetap kehijauan. Kandungan antioksidan (19,18%) dan kafeinnya (3,4%), menempati posisi ke dua setelah teh putih.

Proses pengolahannya hampir sama dengan teh putih, tapi bedanya pada proses penggulungan yang fungsinya untuk menghambat perubahan warna daunnya menjadi kecoklatan. Oh iya, ternyata di China dan Jepang ada perbedaan prosesnya, loh!

Kalau di China, proses pelayuannya dengan menguapkan daunnya, sehingga menghasilkan warna daun dan larutan seduhannya lebih hijau. Sedangkan di Jepang, pelayuannya dengan proses pemanggangan, sehingga menghasilkan aroma dan flavor yang lebih kuat.

3. Teh oolong

Dalam prosesnya, teh ini dimasukan ke dalam jenis semi fermentasi dengan  varietas daun tertentu, yaitu Camellia sinensis yang akan memberikan aroma khusus pada teh oolong.

Hampir sama dengan teh hijau, proses pembuatannya memiliki perbedaan di proses pelayuan dan fermentasi sementara. Pelayuannya dilakukan secara alami, dengan memanfaatkan panas matahari. Selain itu, setelah proses penggulungan, teh difermentasi sesuai dengan standar yang diinginkan dan kemudian dikeringkan.

4. Teh hitam (black tea)

Teh hitam merupakan teh dengan proses pembuatan yang paling lengkap, loh! Mulai dari pelayuan sampai fermentai dan pengeringan. Jika dibandingkan dengan jenis lain, teh ini lebih banyak diproduksi di Indonesia. FYI,  Indonesia menempati peringkat ke 5 pengekspor teh hitam di dunia, loh!

Berbeda dengan jenis lainnya, jenis ini diperoleh melalui proses fermentasi tanpa menggunakan bakteri. Fermentasi dilakukan dengan mendiamkan daunnya beberapa waktu, agar warnanya menjadi cokelat dan zat bermanfaat yang diinginkan muncul pada teh. Oh iya, kandungan polifenol (16,5%) dan kafeinnya (3,5%) menempati posisi ke 4 dari jenis lainnya.

Nah, itulah beberapa jenis teh yang perlu kamu tau. Kenapa? Karena kamu bisa menentukan pilihan saat mengonsumsinya, dengan kadar kafein atau polifenol yang sesuai. Tapi ingat ya, Teman Sehat, jangan berlebihan dalam mengonsumsinya. karena sesuatu yang berlebihan itu ngga baik, loh! Jangan lupa share pengalaman minum teh kamu di bawah ini, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *