Hai Sahabat Sehat! Isu mengenani kekerasan seksual belakangan ini kembali naik ke permukaan. Selain maraknya kasus yang terjadi, banyaknya korban yang memberanikan diri untuk speak up mengenai keadaannya, membuat masyarakat lebih membuka mata terhadap isu ini.
Tindakan Kekerasan Seksual
Kejadian ngga mengenakan ini bisa membawa masalah serius bagi korban. Seseorang dikatakan sebagai korban kekerasan seksual apabila menerima tindakan seksual dari pihak lain yang bertentangan dengan kehendaknya. Tidakan ini bisa berupa merendahkan, menghina, menyerang, memaksa dan lainnya. Ketika ada penolakan, kemungkinan juga korban menerima perbuatan lebih buruk dari pelaku. Kejadian ini tentu membuat korban mengalami luka secara fisik maupun mental.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efek psikologis pada korban baik dalam jangka pendek maupun panjang. Misalnya, seperti hubungan kedekatan korban dengan pelaku, kemudian jenis dan cara kekerasan seksual tersebut dilakukan, keterbukaan atau tidaknya korban, serta dukungan sosial yang diterima korban. Berikut ini, beberapa dampak psikologis yang mungkin muncul akibat kekerasan seksual.
Perasaan Ngga Nyaman
Setelah kejadian, korban rentan mengalami perasaan tak nyaman, sering merasa sedih, lelah, kesal, dan takut, selalu menyalahkan diri sendiri, serta merasa rendah diri ketika teringat oleh perilaku kekerasan yang dialaminya. Bukan hanya secara psikologis, korban juga bisa mengalami masalah fisik seperti kerontokan pada rambut dan penurunan berat badan akibat turunnya nafsu makan.
Depresi
Depresi bukanlah suatu hal yang bisa diremehkan. Depresi mampu menjadikan korban memiliki pikiran ngga sehat yang berujung pada tindakan merugikan bagi dirinya sendiri. Kemungkinan yang bisa terjadi akibat depresi, yaitu menarik diri dari lingkungan, emosi ngga stabil, bahkan melakukan tindak self harm atau melukai diri.

Dorongan Bunuh Diri
Sebegitu seriusnya dampak yang dialami oleh korban kekerasan seksual. Adanya pikiran bahwa dirinya telah kotor, timbulnya rasa bersalah dan malu, serta khawatir mengenai pandangan orang sekitar, membuat korban takut kejadian ini diketahui oleh orang lain. Ini berisiko memunculkan pikiran untuk mengakhiri hidup.
Korban sangat butuh dukungan orang disekitarnya. Perlu perjuangan dan pikiran yang saling beradu untuk bisa mulai speak up. Oleh karena itu, sering kali ditemui korban baru berani untuk mengungkap kejadian tersebut setelah selang waktu yang cukup lama.
Orang tua dan kerabat dekat memiliki peran penting dalam mendampingi korban. Orang disekitar juga ngga boleh memberikan tindakan yang bisa menambah tekanan pada korban, seperti menyalahkan, memaki, mengucilkan dan sebagainya. Selain itu, sangat disarankan untuk meminta pendampingan pada psikolog atau psikiater. Sahabat Sehat, semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP


Dampak kekerasan seksual bisa sangat mengerikan ya, pelaku harus dihukum dan diberikan balasan sosial yang setimpal