Serba-serbi Kesehatan Mental Remaja

Teman Sehat, bicara tentang kesehatan mental remaja, ternyata kelompok ini termasuk kelompok dengan usia berisiko mengalami sejumlah gangguan kesehatan mental, loh! Sebenarnya, seperti apa sih masalahnya? Jangan sampai, hal ini mengganggu generasi muda untuk memajukan bangsa ini. Yuk, simak penjelasan di sini!

Angka kejadian yang tinggi

Setidaknya 50% dari kasus gangguan mental orang dewasa, sudah terjadi sejak muda, khususnya umur remaja. Terganggunya kesehatan mental remaja, seringkali berujung pada kejadian bunuh diri, yang termasuk lima penyebab terbesar kematian remaja, di negara maju maupun berkembang. Sayangnya belum banyak perhatian yang diberikan terhadap kasus ini, sehingga masalah ini jarang diketahui.

Apa saja jenis gangguannya?

Berbagai masalah kesehatan mental bisa terjadi pada kelompok ini, seperti kecemasan (anxiety) dan depresi yang lebih banyak ditemui pada remaja putri. Jenis gangguan lainnya yaitu gangguan pemusatan perhatian (hiperaktivitas), gangguan makan (anoreksia dan bulimia nervosa, conduct disorder) serta penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Banyak negara yang belum siap menghadapi masalah-masalah ini walaupun dampak negatifnya cukup besar. Selain memicu bunuh diri dan keinginan melukai diri sendiri (self-harm), masalah ini juga bisa menyebabkan stigma dan penolakan di masyarakat.

Pahami gejalanya

Kamu bisa mengenali gejalanya, sehingga bisa mengidentifikasi gangguan ini, seperti:

  1. Perubahan mood yang disertai dengan murung atau sering menangis,
  2. Sering melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri atau perilaku menyimpang, seperti mencuri atau mengganggu orang lain,
  3. Bersikap agresif dan sering menyendiri,
  4. Penggunaan obat-obatan yang cukup sering walaupun ngga merasakan sakit
  5. Gejala lain seperti penurunan performa belajar, gangguan tidur, sakit kepala dan penurunan berat badan yang ngga disadari, juga bisa terjadi pada remaja yang mengalami penurunan kesehatan mental.

Faktor risikonya,

Sebuah studi yang dilakukan di Brazil, mengelompokkan faktor risiko gangguan kesehatan mental remaja menjadi beberapa jenis faktor, yaitu individu, keluarga, obat-obatan, sekolah, sosial, dan penyakit menular seksual. Faktor terkait individu, seperti perasaan sedih, sulit berkonsentrasi dan keinginan bunuh diri. Sedangkan faktor terkait keluarga yaitu kurangnya dukungan emosional dari keluarga ketika masih anak-anak, komunikasi yang buruk dan kekerasan fisik.

Penyalahgunaan obat, merokok, dan konsumsi alkohol juga merupakan faktor risiko lainnya. Selain itu, perundungan, diskriminasi, dan rasisme yang dialami di sekolah juga bisa mengganggu kesehatan mentalnya. Kelompok remaja yang pernah mengalami kekerasan seksual dan tinggal di wilayah konflik, berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan ini.

Bagaimana cara menanganinya?

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya, seperti layanan kesehatan mental di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Layanan konseling via telepon atau daring serta layanan kesehatan mental di sekolah juga bisa kamu gunakan untuk mengatasinya.

Selain itu, dukungan informal dari keluarga dan teman, sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah kesehatan ini. Tapi yang ngga kalah pentingnya, upaya penyembuhannya, seperti meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, meditasi dan melakukan hobi yang bernilai positif.

Nah, sebagai pemuda yang peduli terhadap kesehatan remaja, yuk, dukung upaya promosi kesehatan mental di Indonesia! Jangan lupa comment dan share tulisan ini ke orang terdekat kamu, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.