Hari Gizi Nasional 2021: Remaja Sehat Bebas Anemia

hari gizi nasional, remaja
Foto: Pixabay.com/id/users/robinhiggins-1321953/

Selamat Hari Gizi Nasional, Teman Sehat! Tahun 2021 ini HGN bertajuk “Remaja Sehat Bebas Anemia, Gizi Seimbang Remaja Sehat Indonesia Kuat” sebagai bentuk perhatian terhadap angka anemia pada remaja yang terus meningkat.

Nah ternyata, kondisi remaja putri dengan anemia akan berpengaruh loh, terhadap fase kehamilan dan juga kesehatan generasi selanjutnya. Jadi dengan mencegah anemia pada remaja, kita bisa mempersiapkan generasi Indonesia yang kuat.

Trus, gimana cara biar #IndonesiaBebasAnemia? Yuk simak ulasan berikut!

1. Konsumsi Makanan Gizi Seimbang

Teman Sehat, anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau zat besi hingga tubuh kekurangan oksigen. Biasanya keadaan ini ditandai dengan badan lemah, pucat, pusing dan sakit kepala.

FYI, fase remaja usia 12-18 tahun merupakan periode pertumbuhan yang cukup pesat, tubuh akan memerlukan asupan gizi lebih banyak dan berkualitas. Anemia pada remaja biasanya diderita oleh remaja perempuan karena menstruasi yang membuat kehilangan banyak darah. Tapi ngga menutup kemungkinan untuk remaja laki-laki juga loh, terutama jika punya riwayat anemia sebelumnya.

asupan gizi seimbang
Foto: Unsplash.com/@itssammoqadam

Nah, perlu diketahui prinsip utama pencegahan anemia yaitu makanan dengan gizi seimbang. Ngga sekadar tinggi kalori tetapi juga padat gizi, tinggi protein dan zat besi, serta rutin mengonsumsi sayur dan buah untuk membantu penyerapan zat besi.

Oh ya, jangan lupa juga untuk selalu minum air putih setidaknya 8 gelas sehari, melakukan aktivitas fisik dan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir ya!

2. Rutin Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan Zat Besi

Selain mengonsumsi makanan tinggi zat besi, remaja khususnya perempuan juga membutuhkan suplementasi tablet tambah darah dengan anjuran satu tablet setiap minggunya. Tablet ini bisa kamu dapatkan dengan membeli secara madiri atau gratis dari Posyandu Remaja di fasilitas kesehatan terdekat.

Ngga cuma itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan konsumsi zat besi dan asam folat untuk remaja 12-18 tahun. FYI, mengonsumsi asam folat bisa mengurangi risiko cacat pada bayi jika sudah memasuki fase hamil dan melahirkan nantinya.

3. Hindari Konsumsi Kafein Berlebih

Kopi dan teh memang sudah menjadi ‘minuman kekinian’ bagi remaja zaman sekarang. Sebenarnya hal ini boleh saja asal ngga dikonsumsi secara berlebihan, karena kafein bisa mengganggu penyerapan zat besi.

Kamu juga perlu berhati-hati dengan kandungan gula yang ada pada minuman sejenis ini ya, supaya asupan kalori harian tetap seimbang.

Bagaimana, Teman Sehat? Ternyata apa yang dikonsumsi sehari-hari bisa berpengaruh pada kesehatan diri dan generasi selanjutnya loh! Ingat we are what we eat, siapa kita akan ditentukan oleh apa yang kita makan. Yuk, jaga kondisi tubuh dengan makanan seimbang!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia
https://www.kemkes.go.id/article/print/18051600005/kenali-masalah-gizi-yang-ancam-remaja-indonesia.html
Diakses pada 18 Januari 2021

Suplemen Zat Besi
https://www.idai.or.id/professional-resources/guideline-consensus/suplemen-zat-besi
Diakses pada 18 Januari 2021

Apa saja sepuluh pedoman gizi seimbang?
http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apa-saja-sepuluh-pedoman-gizi-seimbang
Diakses pada 18 Januari 2021

Association of Coffee and Tea with Ferritin: Data from the Korean National Health and Nutrition Examination Survey (IV and V)
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6165914/
Diakses pada 18 Januari 2021

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.