Anemia Ternyata Berpotensi Dialami Semua Usia

Hai Teman Sehat, apa kamu sering terlihat pucat disertai letih, lelah, atau lesu? Kamu perlu waspada sebab ini merupakan gejala anemia, loh. Kejadian anemia atau orang awam sering menyebutnya kurang darah masih banyak dijumpai di Indonesia, terlebih pada usia remaja putri. Namun, apakah laki-laki dan kelompok usia lain ngga memiliki potensi mengalami penyakit tersebut? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Kurangnya kadar hemoglobin

Hemoglobin atau sel darah nerah yang jumlahnya di bawah ambang batas menjadi penyebab anemia. Fungsi utama hemoglobin yaitu mengangkut oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Laki-laki dan perempuan memiliki rentang normal hemoglobin yang berbeda. Faktanya, kondisi ini lebih sering menyerang remaja putri dan ibu hamil, loh.

Anemia di segala usia

Kondisi ini ternyata bisa dialami di semua tingkatan usia, mulai dari bayi sampai dewasa Berikut ini merupakan kondisi yang menyebabkan terjadinya anemia di setiap umurnya.

Bayi di bawah usia 1 tahun

baby covered with white blanket

Persediaan zat besi dalam tubuh merupakan salah satu indikator penting agar seseorang terhindar dari anemia. Bayi dengan berat badan lahir rendah (dibawah 2500 gram) dan bayi prematur memiliki kemungkinan lebih besar menderita anemia dibandingkan dengan bayi berat normal dengan waktu kelahiran sesuai.

Bayi usia 1-2 tahun

Selain ASI, bayi juga membutuhkan makanan pendamping setelah berumur 6 bulan. MPASI (Makanan Pendamping ASI) merupakan makanan tambahan untuk bayi karena tubuhnya sudah membutuhkan asupan gizi yang berasal dari makanan. Pemberian MPASI membantu meningkatkan sistem imun bayi, loh.

bowl of banana cereal

Makanan pendamping mengandung zat gizi makro maupun mikro, seperti halnya vitamin dan mineral. Jika bayi kurang asupan gizi karena ngga diberi makanan pendamping, tentu dampaknya bisa terlihat pada tumbuh kembangnya, termasuk adanya risiko anemia, meskipun hal ini jarang sekali terjadi.

Anak-anak

Infeksi parasit, terutama cacing menjadi salah satu keluhan anak sekolah. Yap, tahap usia anak-anak merupakan saat dimana aktif bermain karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Tak jarang, kebiasaan bermain yang ngga higinis dan imun yang rendah membuat seorang anak mudah cacingan.

kids in spiderman and Captain America costumes

Seorang anak yang terinfeksi cacing, kebutuhan zat gizinya juga meningkat, sehingga harus menjalani pengobatan terlebih dahulu untuk membasmi cacing di dalam tubuhnya. Tapi, jika dibiarkan terus-menerus, infeksi cacing akan mengganggu penyerapan zat besi, bahkan jika kondisinya memburuk bisa menyebabkan kehilangan darah kronik di usus.

Usia remaja-dewasa

Masa menstruasi menyebabkan banyaknya kejadian anemia pada perempuan, diiringi dengan asupan makanan yang kurang baik. Keluarnya darah selama masa menstruasi mengakibatkan bertambahnya kebutuhan zat besi untuk menggantikan yang hilang. Pada laki-laki remaja dan dewasa, kejadian anemia sangat jarang terjadi.

Teman sehat, ternyata anemia bisa menyerang siapa saja meskipun besar kemungkinannya berbeda-beda. Oleh karena itu, kamu perlu membiasakan diri  mengonsumi makanan sesuai Pedoman Gizi Seimbang dan mengatur diri sesuai dengan pola hidup sehat. Jangan lupa bagikan informasi menarik ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *