Mengenal Sindrom Cotard Alias Sindrom Zombi

Sahabat Sehat, kamu pasti tahu zombi kan? Ya, karakter fiksi yang sering muncul di film ini adalah mayat yang hidup kembali. Nah ternyata, ada loh sebuah penyakit mental yang dijuluki sebagai sindrom Cotard atau sindrom zombi. Kira-kira apa ya alasannya mendapat julukan itu?

sindrom zombi atau sindrom cotard
Foto: Freepik.com

Apa itu Sindrom Cotard?

Sindrom Cotard adalah kondisi mental langka yang pertama kali ditemukan oleh Dr. Jules Cotard pada tahun 1882. Sindrom ini memiliki gejala berupa delusi kuat bahwa seseorang telah kehilangan organ, darah, atau bagian tubuhnya. Pada kasus yang parah, penderita bahkan bisa mengalami delusi dan berpikir kalau jiwanya hilang atau dirinya sendiri telah mati. Kebanyakan kasus sindrom ini berasal dari pasien yang sebelumnya mengalami gangguan mood, gangguan psikotik, dan/atau memiliki kondisi medis tertentu.

Salah satu contoh kasus dari sindrom Cotard ini adalah seorang perempuan berusia 53 tahun yang dibawa ke rumah sakit karena keluarganya menghubungi 911 untuk melaporkan bahwa perempuan ini mengeluh dia sudah meninggal. Pasien juga mengeluhkan dirinya berbau seperti mayat dan ingin dibawa ke kamar jenazah supaya bisa bersama-sama dengan jenazah yang lain.

Setelah diperiksa dan diajak bicara, perempuan tersebut mengungkapkan ketakutannya bahwa paramedis akan membakar rumah yang ditinggalinya bersama sepupu dan saudaranya. Dia juga mengaku merasa kehilangan harapan, energi, dan nafsu makan.

mengenal gejala dan penyebab sindrom cotard
Foto: Unsplash.com

Gejala Sindrom Cotard

Gejala dari sindrom Cotard bisa beragam, misalnya seperti jarang bersosialisasi dan berbicara, mendengar suara yang memberitahu kalau dirinya sekarat atau sudah mati, menolak untuk makan, dan seringkali mencoba melukai diri sendiri. Selain itu, pasien dengan sindrom ini juga seringkali merasa khawatir berlebihan, mengalami halusinasi. hipokondria, dan memiliki rasa bersalah yang berlebih.

Apa sih Penyebabnya?

Sampai sekarang belum ditemukan penyebab pasti dari sindrom Cotard. Hal yang sudah diketahui hanyalah sindrom ini seringkali merupakan gejala dari masalah medis cukup parah yang menyerang otak, seperti demensia, encephalopathy (penyakit ketika virus atau racun mempengaruhi cara kerja otak), epilepsi, migrain, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke maupun akibat pendarahan yang terjadi di luar otak karena cedera parah pada otak.

Beberapa ahli berpendapat bahwa sindrom Cotard disebabkan karena dua tipe kerusakan otak. Kerusakan yang pertama adalah yang merubah cara orang memandang dirinya sendiri. Lalu, kerusakan kedua membuat mereka terus percaya pandangan yang salah ini, bahkan setelah mereka ditunjukkan bukti kalau itu tidak benar.

Sindrom ini bisa terjadi pada berbagai rentang usia, tapi sampai saat ini kasus paling banyak terjadi pada usia awal 50 tahunan. Banyak penderita yang sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian bipolar, dan schizophrenia. Selain itu, banyak juga yang menderita kerusakan otak akibat dari stroke, tumor, pembekuan darah, dan cedera.

Nah Sahabat Sehat, itu tadi adalah sekilas informasi awal tentang sindrom Cotard. Kalau kamu masih penasaran dengan informasi kesehatan yang unik dan informatif lainnya, bisa langsung kunjungi website Linisehat ya! Salam Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Ruminjo A, Mekinulov B. A Case Report of Cotard’s Syndrome. Psychiatry (Edgmont). 2008 Jun;5(6):28-9. PMID: 19727279; PMCID: PMC2695744.

WebMD. 2022. What Is Cotard’s Syndrome (Walking Corpse Syndrome)?https://www.webmd.com/schizophrenia/cotards-syndrome. Diakses pada 22 Oktober 2022

Healthline. 2018. Cotard Delusion and Walking Corpse Syndrome. https://www.healthline.com/health/cotard-delusion. Diakses pada 22 Oktober 2022

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.