Teman Sehat pernah melakukan akupunktur? Terapi ini merupakan jenis pengobatan holistik yang sudah dipelajari dan dipraktikkan selama lebih dari 2.500 tahun, loh. Nggak hanya mengobati tubuh secara fisik, tapi juga meningkatkan kesehatan mental dan kesehatan kamu secara keseluruhan. Apa saja sih manfaat akupunktur untuk kesehatan? Let’s check it out!
Asal muasal akupunktur
Akupunktur adalah terapi pengobatan Tiongkok untuk mengobati berbagai kondisi tubuh dengan memicu titik-titik tertentu di kulit menggunakan jarum. “Ini adalah metode invasif minimal untuk merangsang area permukaan kulit yang kaya saraf untuk mempengaruhi jaringan, kelenjar, dan berbagai fungsi tubuh,” jelas Paul Kempisty, seorang ahli akupunktur berlisensi.

Awal mula munculnya terapi akupunktur memang nggak berdasarkan sains. Masyarakat Tiongkok pada saat itu meyakini bahwa tubuh manusia dipenuhi dengan kekuatan pemberi kehidupan yang disebut “qi”. Saat qi mengalir dengan baik menuju ke tempat yang tepat, maka kesehatan fisik dan mental pun ikut membaik. Sebaliknya, jika aliran qi terganggu, maka tubuh mudah terserang penyakit.
Oleh karena itu, terapi akupunktur bertujuan membantu kamu mencapai keseimbangan atau qi tersebut, yang akhirnya diharapkan bisa mengatasi berbagai penyakit.
Ragam manfaat akupunktur untuk kesehatan
Dalam catatan National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) tahun 2016, terapi akupunktur telah terbukti mampu mengatasi:
- Nyeri punggung bawah
- Sakit leher
- Osteoartritis
- Sakit lutut
- Sakit kepala dan migrain
- Meringankan gejala tertentu terkait perawatan kanker
- Sebagai pengobatan untuk berhenti merokok
Sebelumnya, World Health Organization telah mendaftarkan sejumlah kondisi yang bisa dibantu diatasi secara efektif dengan akupunktur, termasuk:
- Tekanan darah tinggi dan rendah
- Mual dan muntah akibat kemoterapi
- Masalah pencernaan, termasuk tukak lambung
- Disentri
- Rinitis alergi
- Nyeri wajah
- Mual di pagi hari
- Artritis reumatoid
- Keseleo
- Tennis Elbow
- Linu panggul
- Sakit gigi
- Mengurangi risiko stroke
- Menginduksi persalinan
Sementara, menurut WHO, ada juga kondisi dimana akupunktur memang diakui dapat membantu, tetapi masih perlu lebih banyak bukti, seperti:

- Fibromialgia
- Sakit saraf
- Pemulihan pasca operasi
- Ketergantungan zat, tembakau, dan alkohol
- Nyeri tulang belakang
- Leher kaku
- Demensia vaskular
- Batuk rejan atau pertusis
- Sindrom Tourette
Kelebihan
Akupunktur telah dianggap sebagai keajaiban untuk meningkatkan kualitas hidup, karena dapat mengobati berbagai masalah kesehatan, mulai dari kram, mual dan muntah, alergi, hingga stroke. Selain itu, beberapa kelebihan akupunktur dibandingkan perawatan lainnya adalah:
- Minim efek samping, karena dilakukan dengan tepat dan aman
- Dapat dikombinasikan secara efektif dengan perawatan lainnya
- Membantu mengontrol beberapa jenis rasa sakit
- Membantu pasien yang nggak cocok dengan obat pereda nyeri
Kekurangan
Risiko yang mungkin timbul dari akupunktur adalah:
- Berbahaya bagi pasien yang mengalami kelainan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah
- Rentan terjadi perdarahan, memar, dan nyeri di tempat penyisipan jarum
- Jarum yang nggak steril sehingga menyebabkan infeksi
- Dalam kasus yang jarang terjadi, jarum bisa patah dan merusak organ dalam
- Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, jarum yang dimasukkan jauh ke dalam dada atau punggung atas berisiko melukai paru-paru
Inilah mengapa penggunaan jarum akupunktur sebagai perangkat medis harus memenuhi standar tertentu, termasuk jarum harus steril, nggak beracun, hanya digunakan satu kali, serta hanya boleh dilakukan oleh praktisi berlisensi. Manfaat akupunktur ngga akan maksimal jika ngga ditangani oleh ahlinya.
NCCIH juga menyarankan agar kamu tetap menjalani pengobatan konvensional, terutama jika mengidap penyakit kronis atau parah. Share artikel ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

