Teman Sehat, pastinya sudah ngga asing ya, dengan istilah stroke? Yap, secara umum masyarakat mengenal gangguan ini sebagai kelainan pada fungsi sistem syaraf. Tapi, apakah kamu tahu definisi sebenarnya dan jenis kondisi yang terjadi? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Definisinya
Menurut World Health Organization (WHO), stroke merupakan keadaan klinis yang berkembang cepat berupa gangguan syaraf (defisit neorologik) ringan hingga berat. Gangguan ini bisa terjadi di dalam otak maupun keseluruhan sistem syaraf pada otak.

Jika gangguan ini terjadi selama 24 jam atau lebih, bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini muncul, disebabkan adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga suplai darah kaya oksigen ke otak terhambat, akibatnya otak mengalami kematian sel/jaringan.
Apakah penyebabnya trauma?

Menurut Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI, stroke bukan disebabkan karena kondisi trauma. Gangguan yang terjadi secara mendadak , bisa menimbulkan gejala kelumpuhan sesisi wajah atau anggota badan, bicara yang kurang lancar hingga ngga jelas, perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan gangguan lainnya.
Klasifikasinya
Terdapat 2 macam klasifikasinya berdasarkan kondisi pembuluh darah pasien, berikut penjelasannya:
Stroke iskemik
Gangguan jenis ini merupakan kondisi gangguan yang sering diderita oleh masyarakat, loh! 87% penderita gangguan ini disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh darah menuju ke otak. Gangguan ini, banyak terjadi karena kondisi aterosklerosis, yaitu kondisi munculnya plak-plak lemak yang ada di dalam pembuluh darah.

Jika pembekuan darah terbentuk di dalam pembuluh darah jantung maupun arteri besar di bagian dada atas dan leher, maka disebut dengan stroke emboli. Sedangkan jika pembekuan darah terjadi pada pembuluh darah arteri lainnya, maka disebut sebagai stroke trombotik.
Stroke hemoragik
Gangguan jenis ini merupakan jenis gangguan yang menimbulkan perdarahan di otak. Gangguan ini menimbulkan pendarahan karena adanya penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan risiko pecahnya pembuluh darah. Gangguan jenis ini diderita sebanyak 13%.

Gangguan ini, diawali dengan melemahnya pembuluh darah di otak, kemudian peningkatan tekanan darah, sehingga pembuluh darah pecah di sekitar otak. Jika pembuluh darah pecah, kemudian darah masuk ke dalam jaringan otak, maka sel-sel otak akan mati, dan berdampak pada berjentinya kinerja otak (perdarahan intraserebral).
Hipertensi biasanya menjadi penyebab terjadinya perdarahan intraserebral. Jika pembuluh darah yang pecah berada di dekat permukaan otak dan perdarahan berada di antara otak dan tulang tengkorak, maka disebut dengan perdarahan subarachnoid.
Teman Sehat, jangan pernah menyepelekan stroke, ya! Hal ini disebabkan dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan dan fungsi otak. Mengenali kondisi tubuh, merupakan langkah terbaik bagi kesehatan pembuluh darah, loh! Yuk, jaga kesehatanmu dan bagikan artikel ini ke orang terdekatmu!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP