Serba Serbi Suntik Vitamin C

Halo Sahabat Sehat! Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan antioksidannya memberikan beragam manfaat, yakni meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah rusaknya sel, membantu pembentukan kolagen, dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Asupan vitamin C bisa diperoleh dari makanan atau suplemen. Sumber lain yaitu suntik vitamin C, bisa diberikan pada kondisi khusus, seperti kekurangan vitamin C akibat pola makan yang buruk, diet ekstrem, masalah fungsi pencernaan hingga mendukung terapi kanker.

 

manfaat suntik vitamin c
Foto: Freepik.com

Mengenal suntik vitamin C

Suntik vitamin C dikenal sebagai salah satu metode pemberian yang dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi dan vitamin harian serta menunjang proses pemulihan. Cairan vitamin C disuntikkan ke dalam tubuh ini dilakukan secara langsung melalui pembuluh darah, otot, atau bagian bawah kulit.

Dosis rata-rata per hari yang diberikan untuk orang dewasa yakni 70-150 miligram. Sedangkan bagi orang yang sedang mengalami defisiensi vitamin C, dosis yang direkomendasikan adalah 300 miligram sampai 1 gram.

Manfaat suntik vitamin C yaitu mengatasi kekurangan vitamin C, merawat kesehatan kulit, mempertahankan sistem kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Wah ternyata banyak efek positif yang bisa dirasakan melalui penyuntikan vitamin C. Meski demikian, perlu juga mengetahui efek samping dari penggunaan suntik vitamin C.

riisko suntik vitamin c
Foto: Freepik.com

Risiko negatif injeksi vitamin C

Area tempat penyuntikan akan mengalami rasa nyeri dan bengkak pasca pemberian. Menurut penelitian Lippincot Williams dan Wilkins, dosis penyuntikan lebih dari 30 gram bisa menyebabkan prehipertensi, yakni tekanan darah yang tinggi, namun masih dalam angka normal.

Dosis tinggi vitamin C juga mengakibatkan peningkatan gula darah (diabetes), menopause dini, meningkatkan beban pada ginjal. Gambaran gejalanya seperti diare, muntah, mual, sakit kepala, perut kram, dan insomnia.

Pemberian vitamin C melalui injeksi tentunya harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya kontraindikasi terhadap penyakit yang diderita oleh calon penerima suntikan vitamin C. Misalnya pasien dengan gangguan ginjal, suntik vitamin C dosis tinggi sebaiknya dihindari.

Dampak lainnya yakni peningkatan penyerapan zat besi dari sumber makanan, yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan dalam tubuh. Risiko hemolisis juga dijumpai pada pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit anemia defisiensi G6PD yang juga mendapatkan suntikan vitamin C dosis tinggi.

Sahabat Sehat, pemberian suntik vitamin C juga perlu dipertimbangkan interaksinya bersama dengan jenis obat tertentu. Peningkatan atau penurunan efek yang diinginkan bisa terganggu akibat interaksinya dengan obat, seperti magnesium salisilat dan mexiletine. Jadi, jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan praktisi kesehatan sebelum menyuntikkan vitamin C, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Azmi N. 2020. Efek samping dan risiko suntik vitamin C. https://hellosehat.com/obat-suplemen/risiko-suntik-vitamin-c/. Diakses 26 September 2022

Alodokter. Menelaah kebenaran manfaat suntik vitamin C. https://www.alodokter.com/menelaah-kebenaran-manfaat-suntik-vitamin-c. Diakses 26 September 2022

Andini WC. 2021. Jangan Salah, Ini Manfaat Suntik Vitamin C. https://hellosehat.com/penyakit-kulit/perawatan-kulit/manfaat-suntik-vitamin-c/. Diakses 26 September 2022

Halodoc. 2021. Ingin Suntik Vitamin C? Kenali Dulu Manfaat dan Bahayanya. https://www.halodoc.com/artikel/ingin-suntik-vitamin-c-kenali-dulu-manfaat-dan-bahayanya. Diakses 26 September 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.