Hola Sahabat Sehat! Mungkin kamusudah ngga asing lagi dengan istilah hipertensi, kondisi ini cukup banyak dialami masyarakat. Hipertensi adalah kondisi naiknya tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Hipertensi bisa dibilang the silent disease karena seseorang ngga menyadari kalau dirinya mengalami hipertensi sebelum mereka memeriksakannya.

Hipertensi dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi pada orang dewasa dan lansia. Namun, faktanya ngga begitu loh! Tekanan darah dipengaruhi oleh salah satunya adalah umur, dengan bertambahnya umur terjadi penumpukan zat kolagen pada lapisan otot, sehingga pembuluh darah akan berangsur menyempit dan menjadi kaku.
Salah satu publikasi dalam Juranal Kesehatan ‘AFIYAH menyebutkan, hipertensi menjadi pneyebab kematian pada 45% pasien penyakit jantung dan 51% kematian pada pasien stroke. Banyak orang yang meninggal karena hipertensi dan komplikasinya. Lantas, apa saja sih komplikasi yang diakibatkan oleh hipertensi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.
Ensefalopati
Ensefalopati adalah kerusakan pada otak yang terjadi ketika hipertensi yang meningkat cepat dan berbahaya. Ketika tekanan sangat tinggi dapat mengakibatkan terjadi kolaps neuron, koma hingga kematian.
Kejang
Kejang bisa terjadi pada ibu hamil sebelum hingga setelah persalinan. Kondisi ini disebut dengan eklamsia. Tapi, munculnya eklamsia pada ibu hamil, didahului dengan preeklamsia yang ada saat usia kehamilan 20 minggu. Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah >140/90 mm Hg, ditemukannya protein pada urin, dan bisa disertai dengan pembengkakan pada tungkai.
Jika ngga mendapatkan penanganan, preeklampsia bisa menyebabkan eklamsia. Bayi yang baru lahir mungkin memiliki berat lahir rendah akibat perfusi plasenta yang ngga memadai, kemudian bisa mengalami kekurangan oksigen dalam jaringan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan penumpukan asam dalam darah jika ibu mengalami kejang selama atau sebelum proses persalinan.
Stroke
Stroke adalah penyakit yang diakibatkan adanya tekanan darah yang tinggi di dalam otak dan pembekuan pada arteri. Hal ini biasa terjadi pada penderita hipertensi kategori kronis, yakni tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Tekanan darah yang tinggi ini bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan penebalan pada arteri, sehingga aliran darah ke area otak akan berkurang.

Gagal ginjal
Gagal ginjal bisa terjadi karena disebabkan oleh kerusakan yang signifikan ketika tekanan yang meningkat pada pembuluh darah di glomerulus ginjal. Kondisi ini yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke nefron. Bila gangguan ini terus berlanjut, bisa terjadi hipoksik, bahkan kematian. Akibat dari rusaknya glomerulus pada ginjal, menjadikan protein keluar dari urin, sehingga tekanan osmotik koloid plasma menjadi kurang dan terjadi edema, hal ini biasanya terjadi pada pendedrita hipertensi kronis.
Sahabat Sehat! Adapun upaya yang bisa dilakukan dalam pencegahan hipertensi, yaitu dengan obat tradisional air seduhan bawang putih. Beberapa literatur juga mengatakan bahwa air seduhan bawang putih memiliki pengaruh dalam mengurangi tekanan darah dan tanpa efek samping.
Editor & r: Zafira Raharjanti, STP
