Sudah Idealkah Berat Badanmu Saat Kehamilan?

Halo Teman Sehat! Buat kamu para mama muda yang baru merasakan kehamilan pertama pasti sangat memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi tubuhnya. Pada masa kehamilan tidak hanya perubahan hormon saja yang terjadi, tapi juga perubahan fisik seperti berat badan.

Saat ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke fasilitas kesehatan baik di rumah sakit, puskesmas, klinik maupun bidan pasti akan ditimbang berat badannya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kenaikan berat badannya selama kehamilan.

Apa pentingnya kenaikan berat badan saat kehamilan?

Kenaikan berat badan merupakan indikator paling umum yang digunakan untuk menentukan status gizi ibu hamil dan merepresentasikan pertambahan jaringan lemak dan komposisi tubuh tanpa lemak.

Sebuah penelitian yang melibatkan 409 ibu di Skotlandia menyimpulkan bahwa ibu yang lebih berat dan lebih tinggi memiliki bayi 500 g lebih berat dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan oleh ibu yang lebih kurus dan lebih pendek. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran berat badan bayi pada saat lahir dipengaruhi oleh berat badan ibu. Kenaikan berat badan yang harus dicapai oleh ibu berbeda-beda setiap orangnya, tergantung pada status gizi prahamil ibu yang diukur berdasarkan IMT (Indeks Massa Tubuh).

Berapa kenaikan berat badan ideal saat kehamilan berdasarkan IMT?

IMT didapatkan dengan cara menghitung berat badan ibu dalam kilogram yang dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam ukuran meter (BB (kg)/TB (m2)). Menurut Institut of Medicine (IOM) pada tahun 2009 mengemukakan:

  1.  Ibu dengan status gizi prahamil underweight atau dengan IMT <18,5 harus mencapai kenaikan berat badan sebesar 12,5-18 kg selama kehamilan dan kenaikan 0,5 kg/minggu pada trimester kedua dan ketiga.
  2. Ibu dengan status gizi prahamil normal/IMT 18,5-24,9 harus mencapai kenaikan berat badan sebesar 11,5-16 kg selama kehamilan dan kenaikan 0,5 kg/minggu pada trimester kedua dan ketiga.
  3. Ibu dengan status gizi prahamil overweight/IMT 25-29,9 harus mencapai kenaikan berat badan sebesar 7,11-11,5 kg dan kenaikan 0,3 kg/minggu pada trimester kedua dan ketiga.
  4. Ibu dengan status gizi prahamil obesitas/IMT ≥30 harus mencapai kenaikan berat badan sebesar 5-9 kg dan kenaikan 0,25 kg/minggu pada trimester kedua dan ketiga

Nah Teman Sehat! Sekarang udah pada tau kan berapa berat badan yang harus naik pada saat hamil. Bagaimana pendapatmu tentang hal ini? Share yuk di kolom komentar.

Editor & Proofreader : Asiyah Mutmainnah, S.Gz

Referensi :

Fikawati, Sandra, et al. 2015. Gizi ibu dan bayi. Depok: PT. Rajagrafindo Persada

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *