Halo Sahabat Sehat! Santan merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari kelapa dan terkenal akan kandungan lemaknya yang cukup tinggi. Ternyata kandungan lemak dalam santan bisa dipengaruhi oleh cara pemasakannya, loh!
Batas konsumsi santan
Dalam 240 ml santan terkadung 552 kalori, 162 ml air, 631 mg kalium; 5,5 gram protein; 13,3 gram karbohidrat; 38,4 mg kalsium, 88,8 mh magnesium; 394 mg besi; dan 6,72 mg vitamin C. Santan mengandung kalori dan gizi yang baik untuk tubuh. Tapi, bisa berisiko bagi kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan karena kandungan lemak yang cukup besar.
Menurut American Heart Association, batas aman konsumsi lemak jenuh sekitar 5-6% dari total kebutuhan kalori per hari. Maka, bila kebutuhan harian kamu 2.000 kalori, disarankan untuk mengkonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 13,3 gram sekitar dengan 60 ml santan per harinya.
Tips memasak santan

Tidak dimasak terlalu lama
Pada dasarnya, santan sudah banyak mengandung lemak jenuh. Waktu pemasakan yang terlalu lama berisiko menambah kandungan lemak jenuh atau LDL (Low Density Lipid) dalam santan. Oleh karena itu, disarankan untuk memasukkan santan diakhir proses pematangan masakan. Misalnya pada opor, sebaiknya masukkan santan saat ayam sudah matang. Selain itu, batasi pula memanaskan berulang kali makanan yang mengandung santan.
Tidak ditambahkan pada makanan tinggi lemak jenuh
Santan mengandung lemak yang cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang juga tinggi lemak jenuh, seperti jeroan. Ini dapat memicu peningkatan kadar kolesterol darah yang berisiko menyebabkan penyakit kardiovaskular.
Sebenarnya santan memiliki kandungan gizi yang baik, seperti antioksidan jenis fenolik dan mineral (natrium, kalium, fosfor, zat besi, tembaga). Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kegemukan dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Nah, itulah Sahabat Sehat tentang batas konsumsi dan cara memasak santan yang direkomendasikan. Semoga info ini bermanfaat, ya!


