6 Tips Sukseskan Diet 5:2

Halo Teman Sehat! Punya tubuh ideal tentunya menjadi dambaan setiap orang. Banyak yang berpendapat kalau punya badan ideal itu artinya bisa pakai baju semua ukuran, bisa lewat di jalan yang sempit sambil pamer, dan yang paling utama buat cewek artinya bisa beli dan pake baju sesuka mereka. Teman Sehat setuju?

Bermacam-macam diet pasti udah kalian hafal ya girls! Apakah kamu juga pernah mendengar tentang 5:2 intermittent fasting diet atau diet 5:2? For your information, diet ini simpel banget loh! Kamu boleh makan apa aja sesuai dengan kebiasaan kamu sehari-hari selama 5 hari dalam seminggu, tapi selama dua hari, ngga berturut-turut, makan hanya 25% dari total kalori normal (500 kalori untuk wanita dan 600 untuk pria). Teman Sehat tertarik? Untuk menyukseskan diet ini perhatikan 6 tips berikut ini ya Teman Sehat!

  1. Selama 5 hari dalam 1 minggu kalian bisa makan dengan normal seperti biasa tanpa memikirkan asupan kalori seharusnya. Simpelnya, Teman Sehat boleh makan apapun yang disuka tanpa perlu merasa khawatir.
  2. Lalu pada 2 hari lainnya, Teman Sehat harus mengurangi asupan kalori hingga seperempat (25%) dari kebutuhan harian. Jika kebutuhan normal Teman Sehat adalah 2000 kalori, maka Teman Sehat hanya mengonsumsi 500 kalori pada 2 hari tersebut. Kira-kira bisa ngga ya?
  3. Disarankan untuk berpuasa di hari senin dan kamis, karena pada prinsipnya diet 5:2 ini adalah ngga boleh puasa selama 2 hari berturut-turut untuk mencegah kelelahan pada tubuh. Jadi, harus ada jeda diantara hari puasa itu.
  4. Untuk yang menjalankan sahur dan buka puasa usahakan asupan kalori tetap dikontrol dengan ketat. Sedangkan untuk yang ngga menjalankan sahur dan buka puasa bisa makan 2-3 kali tapi dengan porsi kecil.
  5. Penting untuk ditekankan kembali bahwa arti kata “kalian bisa makan apapun selama 5 hari dalam seminggu” adalah jumlah total kalori yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan harian tubuh. Kalau Teman Sehat tetap makan makanan junkfood dan tinggi kalori lainnya selama lima hari tersebut, maka bukan berat badan turun yang didapat tapi berat badan justru akan terus bertambah.
  6. Cobalah untuk fokus pada makanan bergizi, tinggi serat, dan tinggi protein yang akan membuat perut terasa kenyang tanpa terlalu banyak mengonsumsi kalori.

Diet ini bisa diterapkan oleh siapa saja? Sama seperti diet pada umumnya, wanita hamil dan menyusui serta penderita diabetes harus  melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program diet ini. Selain itu, pola makan semacam ini bisa menjadi ngga aman bagi remaja dan anak-anak karena cenderung kehilangan nutrisi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan. Jika ngga terkontrol dengan baik, diet ini bisa berisiko pada munculnya kebiasaan makan yang ngga sehat bahkan eating disorder. So, Teman Sehat ingin mencoba?

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *