Cek Kandungan Gizi Si Lezat, Sukun!

Sahabat Sehat, dibandingkan dengan buah lainnya, sukun masih kurang terdengar. Padahal, selain tinggi karbohidrat, sukun juga kaya akan fosfor dan kalsium, serta kandungan senyawa bioaktif. Bahkan, tak hanya dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, tetapi secara tradisional sukun dimanfaatkan sebagai obat.

kandungan gizi sukun
Foto: Pixabay.com

Mengenal Sukun

Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) merupakan tumbuhan berkayu dan tergolong tumbuhan tropis. Masa berbuah sukun yakni Maret-Juni dan Juli-September. Di Indonesia, dikenal 2 varian sukun, yaitu sukun “jawa” dan sukun “bangkok”.

Sukun bangkok memiliki ukuran buah lebih besar dan permukan kulit buah lebih halus dibandingkan sukun jawa yang berduri pendek dan lunak. Sukun sendiri dikenal dengan nama daerah beragam, diantaranya suu uek (Rote), sukun (Jawa, Sunda, Bali), kundo (Alor), karata (Bima).

Tekstur buah sukun muda keras, setelah matang menjadi lunak. Bergantung varietasnya, warna daging buah sukun bervariasi dari putih, putih kekuningan hingga kuning. Semakin matang, semakin manis rasa sukun. Sukun memiliki aroma spesifik, dalam upaya pemanfaatannya disarankan menggunakan buah sukun tua karena biasanya rasa, aroma dan cita rasanya lebih disukai.

Kandungan Gizi Sukun

Dalam 100 g buah sukun muda terkandung energi sebesar 46 kalori; 87,1 g air; 2 g lemak; 9,2 g karbohidrat; 2,2 g serat; 1 g abu; 59 mg kalsium; 46 mg zat besi; 0,12 mg vit.B1; 0,06 mg vit.B2; dan 21 mg vit.C.

Pada 100 g sukun tua tersedia energi 108 kalori; 69,3 g air; 1,3 g protein; 0,3 g lemak; 28,2 g karbohidrat; abu 0,9 mg; 21 mg kalsium; 59 mg fosfor; 0,4 mg zat besi; 0,12 mg vit.B1; 0,06 mg vit.B2; dan 17 mg vit.C.

Sedangkan, untuk tepung sukun tua terkandung energi sebesar 302,4 kalori; 15 g air; 3,6 g lemak; 0,8 g karbohidrat; 2 g abu; 58,8 mg kalsium; 165,2 mg fosfor; 1,1 mg zat besi; 0,34 mg vit.B1; 0,17 mg vit.B2; dan 47,6 mg vit.C

Senyawa flavonoid (dihidrokalkon terprenilasi), alkaloid (6-hidroksinikotinat I, makarpin, dan alkaloid emetamin), saponin, dan triterpenoid. Sedangkan, pada daunnya juga ditemukan senyawa terpenoid, diantaranya β-sitosterol sikloeukalenol, 2,4-metilensikloartenon, squalene,  poliprenol,  lutein,  dan  sikloartenol.

Manfaat Farmakologi Sukun

Hampir semua bagian sukun menunjukkan manfaat farmakologi. Ekstrak air kulit kayu sukun secara signifikan menghambat aktivitas α-amilase, α-glukosidase, dan sukrase, Ketiga enzim tersebut berperan dalam memecah karbohidrat menjadi gula sederhana, sehingga apabila aktivitasnya dihambat bisa mencegah terjadinya peningkatan kadar gula yang berlebihan dalam darah. Kandungan flavonoid dan vitamin C pada sukun berfungsi sebagai antioksidan dan menjaga daya tahan tubuh.

olahan sukun, gorengan
Foto: Unsplah.com

Pengolahan Sukun

Sebagai bahan makanan, sukun umumnya dimasak dengan cara direbus, digoreng, disangrai atau dibakar. Guna memperpanjang masa simpan, suku yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan.

Buah sukun juga dapat diolah menjadi gaplek,  tepung, dan  pati. Beberapa menu yang dapat dibuat dari tepung sukun adalah krim sup sukun, nasi sukun, nagasari sukun dan camilan lainnya.

Sahabat Sehat, setelah mengetahui kandungan gizi dan senyawa bioaktif sukun, tidak ada salahnya memasukkan sukun dalam daftar bahan makanan pokok atau selingan kamu. Selamat mencoba!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Gardjito M, Djuwardi A, Harmayani E. 2013. Pangan Nusantara Karakteristik dan Prospek untuk Percepatan Diversifikasi Pangan. Kencana Prenada Media Group : Jakarta.

Halim K. 2020. Manfaat Buah Sukun: Buah dengan Manfaat Serat Tinggi. https://jovee.id/manfaat-buah-sukun-buah-dengan-manfaat-serat-tinggi/. Diakses 25 Oktober 2022.

Kementerian Pertanian. 2019. Sukun (Artocarpus altilis) Pangan Alternatif Sumber Karbohidrat . http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/17592/Sukun-Artocarpus-altilis-Pangan-Alternatif-Sumber-Karbohidrat/. Diakses 25 Oktober 2022.

Kurniawati IK dan Sutoyo S. 2021. Review artikel : potensi bunga tanaman sukun (Artocarpus altilis [Park. I] Fosberg) sebagai bahan antioksidan alami. UNESA Journal of Chemistry 10(1): 1-11.

Yumni GG, Widyarini S, Fakhrudin N. 2021. Kajian etnobotani, fitokimia, farmakologi dan toksikologi  sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg). Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia 14(1): 48-63.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.