Sahabat Sehat, dibandingkan dengan buah lainnya, sukun masih kurang terdengar. Padahal, selain tinggi karbohidrat, sukun juga kaya akan fosfor dan kalsium, serta kandungan senyawa bioaktif. Bahkan, tak hanya dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, tetapi secara tradisional sukun dimanfaatkan sebagai obat.

Mengenal Sukun
Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) merupakan tumbuhan berkayu dan tergolong tumbuhan tropis. Masa berbuah sukun yakni Maret-Juni dan Juli-September. Di Indonesia, dikenal 2 varian sukun, yaitu sukun “jawa” dan sukun “bangkok”.
Sukun bangkok memiliki ukuran buah lebih besar dan permukan kulit buah lebih halus dibandingkan sukun jawa yang berduri pendek dan lunak. Sukun sendiri dikenal dengan nama daerah beragam, diantaranya suu uek (Rote), sukun (Jawa, Sunda, Bali), kundo (Alor), karata (Bima).
Tekstur buah sukun muda keras, setelah matang menjadi lunak. Bergantung varietasnya, warna daging buah sukun bervariasi dari putih, putih kekuningan hingga kuning. Semakin matang, semakin manis rasa sukun. Sukun memiliki aroma spesifik, dalam upaya pemanfaatannya disarankan menggunakan buah sukun tua karena biasanya rasa, aroma dan cita rasanya lebih disukai.
Kandungan Gizi Sukun
Dalam 100 g buah sukun muda terkandung energi sebesar 46 kalori; 87,1 g air; 2 g lemak; 9,2 g karbohidrat; 2,2 g serat; 1 g abu; 59 mg kalsium; 46 mg zat besi; 0,12 mg vit.B1; 0,06 mg vit.B2; dan 21 mg vit.C.
Pada 100 g sukun tua tersedia energi 108 kalori; 69,3 g air; 1,3 g protein; 0,3 g lemak; 28,2 g karbohidrat; abu 0,9 mg; 21 mg kalsium; 59 mg fosfor; 0,4 mg zat besi; 0,12 mg vit.B1; 0,06 mg vit.B2; dan 17 mg vit.C.
Sedangkan, untuk tepung sukun tua terkandung energi sebesar 302,4 kalori; 15 g air; 3,6 g lemak; 0,8 g karbohidrat; 2 g abu; 58,8 mg kalsium; 165,2 mg fosfor; 1,1 mg zat besi; 0,34 mg vit.B1; 0,17 mg vit.B2; dan 47,6 mg vit.C
Senyawa flavonoid (dihidrokalkon terprenilasi), alkaloid (6-hidroksinikotinat I, makarpin, dan alkaloid emetamin), saponin, dan triterpenoid. Sedangkan, pada daunnya juga ditemukan senyawa terpenoid, diantaranya β-sitosterol sikloeukalenol, 2,4-metilensikloartenon, squalene, poliprenol, lutein, dan sikloartenol.
Manfaat Farmakologi Sukun
Hampir semua bagian sukun menunjukkan manfaat farmakologi. Ekstrak air kulit kayu sukun secara signifikan menghambat aktivitas α-amilase, α-glukosidase, dan sukrase, Ketiga enzim tersebut berperan dalam memecah karbohidrat menjadi gula sederhana, sehingga apabila aktivitasnya dihambat bisa mencegah terjadinya peningkatan kadar gula yang berlebihan dalam darah. Kandungan flavonoid dan vitamin C pada sukun berfungsi sebagai antioksidan dan menjaga daya tahan tubuh.

Pengolahan Sukun
Sebagai bahan makanan, sukun umumnya dimasak dengan cara direbus, digoreng, disangrai atau dibakar. Guna memperpanjang masa simpan, suku yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan.
Buah sukun juga dapat diolah menjadi gaplek, tepung, dan pati. Beberapa menu yang dapat dibuat dari tepung sukun adalah krim sup sukun, nasi sukun, nagasari sukun dan camilan lainnya.
Sahabat Sehat, setelah mengetahui kandungan gizi dan senyawa bioaktif sukun, tidak ada salahnya memasukkan sukun dalam daftar bahan makanan pokok atau selingan kamu. Selamat mencoba!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

