
Sahabat Sehat, di era pandemi saat ini popularitas jamu terus mengalamai peningkatan. Hal tersebut bisa terlihat ramainya iklan produk jamu di sosial media maupun televisi. Tapi kamu tahu ngga sih, apa itu jamu dan perbedanya dengan obat terstandar dan fitofarmaka? Kalau belum, yuk simak ulasan berikut, karena ketiganya berbeda, loh! Ngga percaya? Ini faktanya.
Obat Tradisonal
Sebagian masyarakat Indonesia tentu sudah ngga asing dengan istilah obat tradisional, yang merupakan bahan atau ramuan yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral sediaan sarian (galenik), maupun campuran bahan-bahan tersebut. Biasanya, obat tradisional telah diwariskan secara turun temurun untuk pengobatan dan sesuai dengan norma di masyarakat. Obat tradisional golongannya ada jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Sayangnya, masih sedikit masyarakat yang bisa membedakan ketiganya. Bahkan suatu penelitian menujukkan bahwa dari 34 responden, 88,2% mengenal jamu, 29,4% mengetahui jenis obat herbal terstandar dan hanya 3% yang mengenal fitofarmaka.
Jamu
Jamu merupakan obat tradisional berbentuk cair yang dibuat di Indonesia serta ngga melalui proses pengawetan dan dijual secara langsung. Jamu dibuat dari menggabungkan beberapa bahan seperti kunyit, kencur, jahe maupun bahan lainya. Biasanya diwariskan secara turun temurun dan dipercaya bisa membantu mengobati suatu penyakit. Sebelum bisa diperjual belikan secara bebas, jamu haruslah aman dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku. Klaim khasiat jamu yang tertera harus sesuai dengan pembuktian secara tradisional dan berdasarkan data empiris. Kelompok obat tradisional jenis ini biasanya mencantumkan logo dan tulisan “JAMU” pada kemasannya.

Obat Herbal Tertandar
Obat herbal terstandar (OHT) merupkan obat berbahan alami yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik. Bahan baku yang digunakan harus sudah memenuhi standarisasi persyaratan mutu yang berlaku dan klaim khasiatnya telah dibuktikan secara ilmiah melalui uji pra klinik. Produk OHT dilambangkan dengan logo berupa jari-jari daun (3 pasang) terletak dalam lingkaran yang biasanya tertera pada kemasan.
Fitofarmaka
Sedangkan fitofarmaka merupakan produk terbuat dari bahan baku yang sudah distandarisasi kemanan serta khasiatnya. Produk sudah diuji secara ilmiah dan dibuktikan melalui uji praklinik dan klinik sebelum bisa dipasarkan. Dengan begitu khasiat yang diklaim bisa terjamin sesuai dengan kegunaan produk tersebut. Logo yang digunakan untuk produk fitofarmaka berupa jari-jari daun yang membentuk bintang dan berada dalam suatu lingkaran.
Obat tradisional sudah ada sejak dulu dan pemanfaatanya bisa digunakan sebagai alternatif dalam mengobati berbagai gangguan kesehatan, selama produk tersebut aman dan sudah mendapat izin BPOM. Pilihlah jenis obat tradisional sesuai dengan kebutuhan. Bila kamu memiliki gangguan kesehatan, akan lebih baik kalau kamu juga mengkonsultasikannya dengan dokter, supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga sehat selalu Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
