Isoflavon, Bioaktif Populer dalam Kedelai

Sahabat Sehat, familiar ‘kan dengan snack bar dari kedelai yang mengandung isoflavon tinggi? Isoflavon adalah senyawa polifenolik yang termasuk golongan flavonoid. Isoflavon masuk dalam kelas polifenol turunan dari family Fabaceae. Isoflavon dikenal dengan potensinya sebagai fitoesteronenik, pereduksi kolesterol, efek kemoterapik dan aktivitas antioksidan.  

Dalam data USDA, di AS sendiri terdapat setidaknya 550 produk terdaftar mengandung isoflavon. Di dalamnya, bentuk isoflavon dapat berupa dadzein, genistein, glisitein dan total isoflavon. Tak hanya sebagai ingredien, isoflavon juga diberikan sebagai suplemen. Penasaran, apa itu isoflavon dan manfaatnya?

olahan kedelai mengandung isoflavon
Foto: Pexels.com

Sumber Isoflavon

Isoflavon bisa ditemukan dalam kedelai dan kacang-kacangan lainnya, seperti kacang tanah, kacang polong, chick peas dan alfalfa. Nah, senyawa bioaktif ini juga bisa ditemukan dalam pangan berbahan dasar kedelai yang sering digunakan industri, seperti kacang kedelai, tepung, konsentrat protein, dan isolat protein kedelai, serta protein sayuran terstruktur. Kadar tertinggi isoflavon ditemukan pada produk kedelai tanpa pemrosesan seperti edamame, tempe, miso, sari kedelai, dan tahu. Namun, kecap kedelai ngga mengandung isoflavon.

Bukan cuma kacang-kacangan, isoflavon juga bisa ditemukan dalam teh dan buah. Buah dengan kandungan isoflavon tertinggi adalah anggur kering dalam bentuk currants dan raisins, dengan kandungan 2.250 µg dan 1.840 µg per kg berat basah produk. 

Manfaat Isoflavon 

Studi meta-analisis melaporkan bahwa isoflavon secara signifikan meningkatkan densitas mineral tulang sebesar 54% dan menurunkan marker resoprsi tulang (deoxypyridioline urin) sebesar 23%. Efek ini positif bagi perempuan menoupase yang mengalami penurunan estrogen, yang diasosiasikan dengan penurunan densitas mineral tulang dan meningkatnya risiko fraktur. 

isoflavon dalam kedelai
Foto: Pexels.com

Selain baik dalam melindungi mineralisasi tulang, keberdaan isoflavon juga mampu menurunkan kadar kolesterol LDL, memperkuat dilasi arterial, menurunkan penyakit kardiovaskuler, kanker, dan osteoporosis, serta mengurangi gejala menopause. Suplementasi isoflavon positif bagi fungsi kognitif, khususnya memori verbal. Genistein meredakan diabetes peripheral neuropati, membalik reaksi sitoki proinflamasi dan menurunkan produksi radikal bebas. 

Toksisitas Isoflavon 

Peningkatan jumlah produk dengan kandungan isoflavon mulai mendapatkan perhatian berhubungan dengan efikasi dan keamanannya. Isoflavon ngga menunjukkan toksisitas pada manusia. Bayi aman untuk mengonsumsi formula berbasis kedelai. Pemberian dosis tunggal isoflavon di atas 16 mg/kg BB juga masih aman. Namun, terdapat laporan mengenai imunotoksisitas pada tikus dan laporan genotoksisitas isoflavon secara in-vitro. 

Sahabat Sehat, ternyata banyak sekali ya manfaatnya. Isoflavon ini juga bisa dengan mudah didapakan, seperti pada pangan berbasis kedelai. Semoga informasi ini bermanfaat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Liggins, J., Bluck, L.J, Runswick, S., Atkinson, C., Coward, W.A., Bingham, S.A. 2000. Daidzein and genistein content of fruits and nuts. J. Nutr. Biochem. 11(6):326-331. 

National Library of Medicine. 2022. Isoflavone. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Isoflavone. Diakses 23 Mei 2022. 

Ross, S.A.. 2003. Diet and DNA methylation interactions in cancer prevention, Ann. N.Y. Acad. Sci. 983: 197–207.

USDA. 2015. USDA Database for the Isoflavone Content of Selectec Foods, Release 2.1. https://data.nal.usda.gov/dataset/usda-database-isoflavone-content-selected-foods-release-21-november-2015. Diakses 23 Mei 2022. 

Wang, Q., Ge, X., Tian, X., Zhang, Y., Zhang, J., Zhang, P. 2013. Soy isoflavone: the multipurpose phytochemical (review). Biomedical Reports. 1(5):697-701. 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.