Sahabat Sehat, kalium menjadi zat gizi yang menjadi fokus kesehatan di berbagai negara. Kekurangan kalium (hipokalemia) menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti tekanan darah tinggi dan risiko batu ginjal. Sebaliknya, kelebihan kalium juga menyebabkan konsekuensi yang parah.
Apa itu kalium?
Kalium adalah salah satu logam alkali dan dilambangkan dengan K dalam tabel periodik. Kalium berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, ginjal, saraf, mengatur keseimbangan cairan tubuh, dan kontraksi otot. Kalium juga berfungsi dalam mengatur tekanan darah.

Rekomendasi kalium harian sebesar 2 g/hari, tetapi kebutuhan ini bergantung pada usia dan Kesehatan. Kebutuhan kalium dapat diperoleh dari pisang, kacang-kacangan, kentang, daging sapi, daging ayam, ikan, susu, brokoli, dan sereal. Kalium juga tersedia dalam bentuk suplemen dengan nama dagang, seperti Aspar-K, GNC Potassium Gluconate, Kalipar, Ksr-600, Otsu KCL 7,46, Potassium Chloride, Potassium L-Aspartate.
Batas Aman Kalium dalam Tubuh
Berdasarkan Cleveland Clinics, tingkat kalium normal berada pada 3,5 – 5 milimol per liter (mmol/L). Individu dengan 5,5 mmol/L dalam darahnya disebut sebagai menderita kalium tinggi atau hiperkalemia. Pembacaan ≥ 6,5 mmol/L bisa berbahaya dan dapat menyebabkan masalah jantung yang serius.
Gejala Hiperkalemia
Hiperkalemia disebabkan tubuh memiliki kalium lebih besar daripada yang dapat disaring oleh ginjal melalui urin, menyebabkan kelebihan kalium menumpuk di dalam darah. Banyak orang dengan hiperkalemia ringan tidak memiliki gejala. Gejala sering datang dan pergi dan dapat muncul secara bertahap selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Tingkat kalium yang sangat tinggi mempengaruhi jantung dan dapat mengancam jiwa. Gejala hiperkalemia diantaranya sakit perut, diare, dada sesak, aritmia (detak jantung cepat dan tidak beraturan), otot lemah, dan mual.

Komplikasi Hiperkalemia dan Diet Rendah Kalium
Hiperkalemia berat bisa datang tiba-tiba dan menyebabkan perubahan ritme jantung (aritmia) yang menyebabkan serangan jantung. Hiperkalemia dapat dicegah dengan diet rendah kalium. Dalam diet ini perlu menghindari makanan berkalium tinggi.
Disarankan untuk menghindari asparagus, alpukat, pisang, buah dan jus jeruk, bayam, melon, nektarin, kentang, kismis, prune dan buah kering. Hindari juga garam berkelium dan produk berbasis tomat.
Meski diet untuk mengelola hiperkalemia, harus mencakup makanan yang rendah kalium. Namun, lebih penting untuk memantau porsi dari makanan yang dikonsumsi. Mengonsumsi makanan yang rendah kalium dalam jumlah besar dapat menyumbang lebih banyak kalium dibanding satu porsi kecil makanan kaya kalium.
Pemeriksaan Hiperkalemia
Hiperkalemia jarang menimbulkan gejala, sehingga seringkali hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa kadar kalium tanpa ada gejala awal. Diet rendah kalium dipandang sebagai cara paling efektif untuk melindungi kesehatan. Setelah data pemeriksaan keluar, dokter akan menentukan berapa banyak kalium yang dibutuhkan. Bila dalam kondisi dirasa parah, maka akan dirujuk ke ahli diet untuk membantu perencanaan makan yang memastikan jumlah kalium yang tepat.
Sahabat Sehat, menilik betapa bahayanya hiperkalemia, ada baiknya memeriksakan diri untuk menguji kadar kalium.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

