
Teman Sehat pasti sudah tidak asing dengan istilah HIV/AIDS kan?
Yap! Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala klinis yang terjadi akibat kerusakan sistem imun karena virus jahat bernama Human Imunodeficiency.
Kejadian HIV dunia meningkat dari tahun 2011 yakni sebanyak 29.8 juta jiwa menjadi 35 juta jiwa pada tahun 2013. Peningkatan jumlah penduduk yang menderita HIV tidak terlepas dari pengetahuan cara penularan penyakit ini.
Ternyata, infeksi HIV memiliki 4 tahap perkembangan loh
Tahap I : Infeksi HIV memiliki gejala yang tak terlihat. Seseorang yang menderita HIV tahap ini terlihat seperti orang sehat layaknya orang sehat pada umumnya.
Tahap II : Seseorang yang menderita HIV mulai mengalami gejala-gejala, seperti infeksi saluran pernafasan atas. Tapi, tidak semua orang yang mengalami infeksi saluran pernafasan atas itu terinfeksi HIV ya Teman Sehat!
Tahap III : Tanda dan gejala semakin jelas. Diare kronis selama berbulan-bulan yang tidak diketahui sebabnya menjadi salah satu penyakit penyerta individu yang terinfeksi HIV pada tahap ini.
Tahap IV : Penyakit-penyakit parah mulai bermunculan. Misalnya, kerusakan pada otak, lidah dan kerongkongan yang dilapisi jamur, tuberkulosis alias TBC pada paru-paru, dan segala penyakit yang menurut kita menyeramkan selama ini. Pada tahap ini, infeksi HIV semakin parah dan dapat disebut sebagai AIDS sebagai tahap akhir infeksi HIV.
Nah, berikut ini adalah cara penularan HIV yang patut diwaspadai ya Teman Sehat
Penularan HIV melalui 4 tipe cairan berbeda yang masuk ke pembuluh darah, yaitu:
- Kontaminasi darah
- Cairan semen (laki-laki)
- Cairan vagina (perempuan)
- ASI dari individu yang terinfeksi HIV
Keempat cairan ini mampu membawa virus dari individu yang terinfeksi HIV.
Penularan ini terjadi ketika adanya perilaku seks bebas. Menurut laporan HIV/AIDS 2007 oleh Center for Disease Control and Prevention, kontak seks antar cowok ternyata lebih berisiko untuk terjadinya HIV/AIDS loh Teman Sehat! Penggunaan jarum suntik bergantian, dan kontaminasi saat transfusi darah juga meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS.
Ternyata, cairan tubuh seperti cairan ludah, air liur, keringat, air mata, dan urin tidak mampu menularkan virus HIV. Jadi, kita ngga perlu kawatir untuk tetap berkomunikasi dan berjabat tangan dengan penderita HIV ya Teman Sehat!

Selamat Hari HIV/AIDS sedunia! (agt&don)

