ASI Eksklusif, Manfaat dan Rekomendasi Pemberiannya

Air susu ibu atau ASI merupakan makanan sempurna pada bayi di bawah 6 bulan karena kandungan gizinya yang lengkap dan dapat memenuhi kecukupan gizi untuk tumbuh kembang bayi sejak usia 0 sampai 6 bulan. Namun menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, hanya sekitar 55,5% bayi usia 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Hal ini sangat disayangkan karena ASI banyak manfaatnya lho, Sahabat Sehat. Simak manfaat dan rekomendasi pemberiannya berikut ini!

Foto: Freepik

ASI Eksklusif

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), ASI eksklusif berarti memberikan makanan bayi berusia 0 hingga 6 bulan berupa ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lain termasuk air putih, kecuali vitamin, mineral, dan obat-obatan dalam bentuk sirup atau berdasarkan indikasi medis. ASI merupakan keseluruhan makanan bagi bayi dan dapat memenuhi seluruh kebutuhan bayi untuk 6 (enam) bulan pertama.

Kandungan gizinya lengkap, terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air, serta antibodi dan enzim. Jika bayi berusia di bawah 6 bulan diberikan selain ASI, maka akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi, seperti diare dan meningitis, intoleransi laktasi, dan alergi lainnya.

Pemberian ASI eksklusif merupkan hak bayi yang sangat terkait dengan komitmen ibu, juga dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Demi keberhasilan pemberian ASI ekslusif, bayi sebaiknya di susui tanpa dijadwal, juga tanpa pembatasan waktu dan frekuensi atau on demand.

Manfaat ASI Eksklusif

Manfaat ASI bagi Bayi

Terdapat beberapa manfaat pemberian ASI ekslusif bagi bayi, di antaranya membantu pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta mencegah anak pendek dan stunting. Selain itu, ASI yang diberikan senantiasa bersih, juga mengandung kolostrum dan antibodi yang mampu melindungi bayi dari penyakit, terutama dari penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan.

Berbeda dengan susu formula, ASI yang diberikan secara langsung bisa selalu siap dalam suhu yang tepat. ASI juga mudah ditelan dan zat gizinya bisa diserap dengan baik oleh bayi. Kandungan airnya juga cukup untuk kebutuhan bayi.

Menyusu dapat membantu perkembangan rahang dan gigi bayi, juga mengembangkan struktur muka dan rahang. Selain itu, terjadinya kontak kulit antara ibu dan bayi dapat merangsang psikomotor bayi menjadi lebih baik. Ikatan ibu dan anak juga terjalin, serta membantu perkembangan afektif dan sosial bayi.

Foto: Freepik

Manfaat ASI bagi Ibu

Bukan hanya untuk bayi, memberikan ASI juga bermanfaat untuk ibu. Beberapa manfaatnya, yaitu sebagai metode kontrasepsi alami; mempercepat proses rahim kembali ke ukuran semula; mencegah perdarahan setelah persalinan; lebih irit/ekonomis; meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi; mengurangi risiko kanker payudara dan kanker rahim; serta ibu menjadi tidak mudah sakit.

Rekomendasi Pemberian ASI Eksklusif

Menyusui eksklusif merupakan salah satu rekomendasi WHO dalam standar emas pemberian makanan bayi dan anak. Rekomendasi pemberian ASI eksklusif berlaku untuk seluruh bayi dalam situasi apapun. Begitu pula dengan rekomendasi untuk tidak memberikan susu formula.

Beberapa hal yang direkomendasikan dalam pemberian ASI, yaitu segera lakukan kontak kulit antara ibu dan setelah bayi lahir. Biarkan bayi mencari puting dan menyusu sampai puas minimal satu jam pertama kelahiran.

Pemberian ASI eksklusif disarankan dilakukan sejak bayi lahir hingga berusia 6 bulan. Ibu juga disarankan sering menyusui bayi, baik siang dan malam. Pemberian ASI sebaiknya dilakukan sesuai kemauan bayi tanpa dijadwal. Biarkan bayi menyelesaikan menyusu pada satu payudara dan melepas sendiri sebelum pindah ke payudara yang lain. Selain itu, saat menyusui pastikan bayi dalam posisi dan pelekatan yang baik.

Ibu menyusui perlu makanan bergizi seimbang dan minum yang cukup. Oleh karena itu pastikan kebutuhan gizi ibu terpenuhi selama masa menyusui. Jika ibu atau bayi sakit, pemberian ASI dapat tetap dilakukan. Bagi ibu yang terkendala menyusui langsung dapat diberikan ASI perah (ASIP). Namun, sebaiknya hindari penggunaan botol saat memberikan ASIP. Jika memungkinkan, pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Sahabat Sehat, pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, yuk dukung pemberian ASI secara ekslusif.

 

Ditulis Oleh:

Desi Yanti, SKM, MKM
Nutrisionis di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka

Referensi

Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi. Jakarta, 2015.

Modul Pelatihan Pelatih SDIDTK dan Pemberian Makan Balita dan Anak Pra Sekolah. Kementrian Kesehatan RI. Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta, 2022.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.