6 Hal tentang TB alias Tuberkulosis yang Wajib Kau Pahami

tuberkulosis

Halo Teman Sehat! Tuberkulosis alias TB atau mungkin kamu lebih sering dengar dengan istilah TBC, adalah penyakit menular yang masuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Faktanya, 60% kasus TB di seluruh dunia terjadi di 6 negara ini: Cina, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Artinya, Indonesia masuk dalam 6 negara penyumbang kasus TB terbanyak di dunia, Teman Sehat. Sedih kan?

Ada 2 fakta lainnya dari Wolrd Health Organization yang mungkin akan mengagetkanmu.

Ada 28.500 orang setiap hari yang sakit TB.

Lebih dari 4.900 orang meninggal akibat TB dengan HIV/AIDS.

Jadi, sebenernya, apakah sih TB itu?

TB (tuberculosis) adalah penyakit infeksi menular yang umumnya menyerang paru-paru, walaupun TB bisa terjadi di bagian tubuh lainnya.

TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) yang berpindah melalui udara. Perpindahan bakteri ini terjadi ketika sesorang menghirup droplet yang mengandung inti sel  M. tuberculosis. Droplet yang mengandung bakteri ini bisa dihasilkan ketika seseorang yang positif mengalami TB bersin, batuk, berteriak, atau bernyanyi.

Bagaimana ciri umum gejala TB?

  • Batuk yang terjadi secara terus-menerus selama lebih dari 3 minggu dan berangsur memburuk
  • Terjadi penurunan berat badan karena alasan yang ngga begitu jelas
  • Demam, berkeringat pada malam hari
  • Merasa lelah atau ngga enak badan
  • Batuk darah.

Siapa yang berisiko mengalami TB?

  1. Orang yang hidup bersama atau telah lama berkontak dengan pasien TB
  2. Orang yang memiliki pola hidup ngga sehat, misalnya orang yang ngga memakan makanan sehat, sehingga mengalami kurang gizi
  3. Orang yang memiliki imunitas rendah sehingga ngga bisa melawan penyakit infeksi, misalnya karena mengalami HIV/AIDS. Ada sekitar 8,6 juta kasus (13%) kasus TB di seluruh dunia berkaitan dengan HIV.

Bagaimana peran zat gizi untuk mendukung penyembuhan TB?

Zat gizi diperlukan oleh tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, sehingga bisa meningkatkan status kesehatan dan mencegah penyakit.

Hubungan antara TB dan kurang gizi sangat erat. TB bisa membuat kurang gizi semakin parah, dan sebaliknya, kurang gizi bisa melemahkan daya tahan tubuh sehingga penyakit infeksi semakin mudah menyerang tubuh, termasuk TB.

Pasien TB mengalami penurunan berat badan dan kekurangan vitamin dan mineral, sehingga kebutuhan gizinya juga meningkat. Penurunan berat badan pada pasien TB terjadi karena beberapa faktor, diantaranya karena penurunan nafsu makan, mual, muntah, diare, dan nyeri saluran cerna.

TB bisa disembuhkan loh, Teman Sehat!

Pasien TB bisa sembuh total 100% asalkan segara melaporkan diri ke Puskesmas untuk diberikan obat. Butuh komitmen tinggi buat sembuh dari TB. Obat yang diberikan harus rutin dikonsumsi selama minimal 6 bulan setiap hari. Kalau pasien TB lupa minum obatnya sekali, atau bahkan sering, maka pengobatan akan diulang dengan dosis obat yang biasanya lebih tinggi. Walaupun pengobatannya gratis, kalau bisa sembuh cepet, kenapa harus lama-lama?

Pernahkah kamu mendengar strategi DOT?

DOT adalah singkatan dari Directly Observed Therapy, yang merupakan cara kekinian buat mengatasi TB. Awalnya, strategi DOT sukses dikembangkan di Cina, tapi kemudian diadopsi oleh negara-negara lain, termasuk di Indonesia.

Strategi DOT adalah ketika petugas kesehatan terlatih atau orang yang ditunjuk (selain anggota keluarga) yang mampu memberikan resep obat TB, kemudian menyaksikan pasien TB menghabiskan setiap dosis obat TB yang diberikan. Dampaknya, tingkat kepatuhan pasien TB meningkat drastis, sehingga TB bisa diatasi.

Ayo sama-sama membasmi TB! (agt&don)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.