Halo Teman Sehat! Headset menjadi alat elektronik yang hampir semua orang punya dan mudah digunakan kapanpun dan ke manapun. Bahkan ada loh yang bisa harus mendengarkan sesuatu lewat headset sampai ketiduran. Sebelum Teman Sehat terlanjur kecanduan memakai headset, penting banget untuk mengetahui efek negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan dalam jangka waktu yang panjang.

Sumber: pixabay.com
Apa itu headset?
Headset merupakan alat bantu komunikasi yang dipakai di telinga dan biasanya berfungsi sebagai pelengkap handphone atau alat elektronik lainnya. Dulu headset hanya bisa digunakan untuk mendengarkan lagu atau menonton film saja dan kabelnya juga panjang banget. Sekarang, sudah banyak jenis headset dengan bentuk yang lebih fleksibel seperti tanpa kabel sehingga lebih praktis untuk digunakan. Headset ngga cuma buat mendengarkan musik, tapi juga dapat digunakan untuk menelepon, merekam suara, bermain game, menonton, serta memutar video. Jelas ya, kenapa semakin banyak orang tergantung dengan alat yang satu ini!
Batas dengar telinga
Headset berhubungan erat dengan indera pendengaran. Telinga memiliki keterbatasan dalam menerima frekuensi gelombang suara yang dapat didengar dan yang tidak dapat didengar. Telinga manusia hanya mampu menangkap suara dengan frekuensi 90-120 dB, jika melebihi angka 120 tersebut maka telinga kita akan mulai merasakan sakit.
Dampak negatif penggunaan headset

Sumber: pixabay.com
Segala sesuatu yang digunakan secara berlebihan pasti akan menimbulkan dampak yang ngga baik. Begitupun dalam penggunaan headset, walaupun ada banyak keuntungan dari pengunaanya, ternyata ada pula dampak negatif yang perlu Teman Sehat waspadai.
- Kerusakan pendengaran secara permanen
Suara yang terlalu keras yang dihasilkan oleh headset dapat menyebabkan rasa panas dan dengungan dalam rumah siput (bagian dari telinga) sehingga akan berimbas pada munculnya rasa lelah pada telinga. Jika hal tersebut berlangsung terus-menerus maka akan berakibat pada risiko kerusakan pendengaran secara permanen.
- Gangguan pendengaran
Penggunaan headset dengan volume tinggi dan jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terganggunya sel-sel rambut pada telinga yang berfungsi menangkap frekuensi suara. Jika terus-menerus terjadi, akan berakibat pada menurunnya kemampuan mendengar atau bahkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan tuli.
- Sakit kepala
Penggunaan headset pada saat tidur dan dengan volume yang cukup keras membuat otak akan tetap bekerja aktif dan ngga beristirahat dengan optimal. Kondisi tersebut akan menimbulkan rasa stress, pusing, dan sakit kepala.
- Lilin telinga yang berlebihan
Menggunakan headset dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus membuat produksi kotoran telinga meningkat yang menyebabkan tingginya risiko untuk mengalami kesulitan pendengaran, sakit telinga, dan infeksi telinga.
Cara penggunaan headset yang baik
- Pilihlah headset yang nyaman dengan telinga
- Jangan pasang volume maksimal saat mendengarkan lagu
- Gunakan headset sesuai kebutuhan dan dalam waktu yang wajar
- Jangan dipasang terlalu rapat untuk mengurangi tegangan pada gendang telinga. Menggunakan headset terlalu rapat membuat lubang telinga akan hampa udara dan dapat mengganggu pendengaran
- Pilih headset yang memiliki asilitas untuk melindungi telinga misalnya adanya lapisan seperti lensa atau karet pada ujung earbund-nya. Lapisan itu juga berguna untuk meredam gelombang tekanan pada gendang telinga.
Nah gimana Teman Sehat, udah paham kan dampak pengunaan headset dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus? Yuk, lebih dijaga kesehatan indera pendengaran kita!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

