Yuk, Kenali Alergi Susu pada Anak!

Teman Sehat, pernahkah kamu mendengar tentang alergi susu? Yap, kelainan yang sering dialami oleh anak-anak ini, biasanya ditandai oleh beberapa gejala. Apa sih penyebab munculnya alergi susu? Kira-kira, apa saja gejala yang timbul saat anak mengalami alergi susu dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk, cermati ulasan berikut!

Alergi susu itu apa, sih?

Alergi susu merupakan kondisi ketika sistem imun tubuh memberikan reaksi berlebihan terhadap protein susu. Saat anak mengonsumsi susu dan produk olahannya, sistem imun akan mendeteksi protein susu sebagai komponen yang berbahaya. Akibatnya, tubuh memproduksi zat histamin sebagai bentuk respon alergi pada anak.

Alergi susu

Anak berusia di bawah 3 tahun memiliki risiko mengalami alergi susu lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia di atasnya. Susu sapi menjadi salah satu sumber alergi yang paling sering ditemukan. Bukan cuma itu, gejala serupa juga bisa terjadi saat mengonsumsi susu dari kambing, domba, kerbau, ataupun hewan mamalia lainnya.

Oleh sebab itu, bayi yang mengonsumsi susu formula akan lebih berisiko terkena alergi dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI. Tapi, pastikan juga ibu ngga mengonsumsi susu yang mengandung protein dari hewan. Beberapa literatur menyebutkan, bayi yang mendapat ASI ibu yang mengonsumsi susu dengan kandungan protein hewani tetap berisiko mengalami alergi.

Tanda dan gejala

Gejala alergi susu bisa langsung muncul setelah anak mengonsumsi susu atau produk olahan susu. Reaksi alergi yang terjadi, tergantung pada seberapa besar respon sistem imun tubuh masing-masing anak terhadap protein susu.

alergi susu

Gejala ini, bisa berlangsung dalam beberapa jam, atau bahkan berhari-hari. Gejala yang timbul bisa berupa diare, batuk, sesak nafas, ruam, gatal-gatal, pembengkakkan bibir, lidah dan tenggorokan, pilek, mata berair, kram perut hingga muntah.

Cara mencegahnya

Sampai saat ini, belum ditemukan cara yang pasti untuk mencegah alergi pada susu. Tapi jangan khawatir, kamu bisa meminimalisir risikonya dengan mengurangi konsumsi susu dan produk olahannya pada anak. Langkah tersebut cukup tepat untuk menghindari reaksi berlebihan sistem imun terhadap protein susu.

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan kandungan setiap produk makanan yang akan dikonsumsi. Bacalah label pangan lebih teliti. Bahkan label “dairy free” belum menjamin produk tersebut bebas dari zat turunan protein susu, loh! Bisa jadi masih menggunakan mentega, mayonais dan produk lainnya yang berbasis susu.

alergi susu

Jadi, kamu harus benar-benar mencermati setiap bahan yang digunakan. Jika masih membingungkan, lebih baik berdiskusi dengan dokter, menghubungi produsen terkait, atau mencari alternatif produk lainnya.

Meski terlihat ringan, respon alergi susu pada anak bisa meningkat seiring berjalannya waktu, loh! Oleh sebab itu, jangan pernah menyepelekannya ya, Teman Sehat! Kamu perlu mengenali setiap makanan yang akan dikonsumsi anak. Kenali juga gejala-gejalanya, supaya anak bisa terhindar dari alergi susu. Jangan lupa bagikan artikel ini ke orang terdekatmu, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.